HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Buku Harian PM Inggris Tertinggal di Kereta Api Karena Teledor

1

HARIANACEH.co.id, LONDON – Buku harian perjalanan Perdana Menteri Inggris Theresa May tertinggal di kereta umum. Kecerobohan itu menjadi pelanggaran keamanan serius.

Dokumen sensitif itu berisi rincian rencana PM May, termasuk waktu dan lokasi agenda harian. Agenda itu termasuk kapan May akan mengunjungi hotel Cheshire dengan menghindari sorotan wartawan serta menghadiri makan malam di sebuah rumah pribadi.

Mantan pengawal kerajaan, Inspektur Ken Wharfe, menyebut tertinggalnya buku harian sebagai “pelanggaran keamanan tingkat tinggi”, dan mengatakan hal tersebut “tidak dapat dimaafkan”.

Seorang juru bicara Kabinet berkata: “Kami telah mengetahui klaim sekitar dokumen pemerintah itu dan akan menyelidikinya segera.”

Downing Street menolak mengungkapkan apakah surat-surat itu dilaporkan hilang pada suatu saat atau jika ada ajudan yang lupa membawanya.

Menurut MI5, ancaman teror di Inggris berada pada level “berat”, dengan risiko serangan dari pemberontak asal republik Irlandia Utara yang meningkat sejak tahun lalu.

Pelanggaran keamanan terbaru muncul hanya beberapa bulan setelah anggota parlemen Jo Cox dibunuh di jalan oleh seorang ekstremis sayap kanan.

Wharfe memperingatkan: “Dalam situasi saat ini, menjadi masalah keamanan ketika dokumen seperti ini tercecer di sembarang tempat. Itu tidak dapat diterima.”

“Theresa May diberi perlindungan karena dia adalah target dan tentu saja, ini mengandung risiko keamanan yang serius,” bubuhnya seperti dikutip Mirror, Senin 13 Maret 2017.

Terdapat lembaran yang hilang dari buku harian itu, yang kemudian diserahkan oleh publik kepada Mirror. Lembaran itu termasuk catatan pengarahan untuk PM May tentang bagaimana menjawab pertanyaan tajam dari wartawan.

Catatan itu tertingal di lantai gerbong kereta kelas utama pada hari PM May mengadakan perjalanan ke Manchester untuk pertemuan kabinet regional perdana.

Seorang penumpang menemukannya pada 23 Januari selagi kereta meneruskan rute ke utara ke Edinburgh.

Diperkirakan buku harian tersebut tertinggal oleh seorang ajudan yang bepergian secara terpisah dengan PM May. Tidak jelas apakah ajudan itu diperingatkan setelah catatan itu hilang.

Pakar keamanan dan mantan perwira Angkatan Darat Inggris, Kolonel Richard Kemp, mengkritik keteledoran. Dia katakan: “Ini berpotensi pelanggaran keamanan yang sangat signifikan. Hal ini sangat serius karena info tentang pergerakan pribadi Perdana Menteri menjadi ketahuan.”

“Risikonya berkisar dari serangan serius mengenai sesuatu yang bisa mempermalukan dirinya. Bukan hanya soal keselamatan diri-sendiri yang dipertaruhkan di sini, tapi kredibilitas negara,” pungkasnya.

loading...