HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sempat di Penjara 7 Bulan, Ini Cerita Ismuhadi Ketika di Tangkap BNN

Ismuhadi Jakfar bersama kuasa hukumnya lakukan konferensi pers di Sekretaris Bersama Jurnalis (Sekber) Banda Aceh, Senin 13 Maret 2017, (HARIANACEH.co.id/M Jais Rambong)
26

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Mantan Tahanan Politik (Tapol) Aceh, Tgk Ismuhadi Jakfar juga salah seorang yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tanggal 04 Agustus 2016 di Jakarta lakukan konferensi pers di Sekretariat bersama Jurnalis (Sekber) di Banda Aceh terkait penangkapan tersebut , Senin 13 Maret 2017.

Dihadapan awak media Ismuhadi menceritakan kronologis penangkapannya itu, menurut pengakuannya pada tanggal 04 Agustus 2016, tim BNN menangkapnya di jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat, karena di duga ikut terlibat dalam bisnis Narkoba dengan orang yang menumpangi mobilnya kala itu.

Namun, menurut pengakuan Ismuhadi, dirinya sama sekali tidak ikut terlibat dalam bisnis barang haram itu, melainkan Riki alias Sulaiman yang terlibat dan saat itu mengunjungi kediamannya di Jakarta.

“Pada tanggal 04 Agustus 2016 sekira pukul 16.00 Wib, ketika sedang mengendarai mobil di seputaran patung kuda dijalan MH.Thamrin, Monas, Jakarta Pusat, saya dihadang oleh pasukan bersenjata lengkap dengan posisi senjata ‘siap’ tembak, dimana moncong senjatanya diarahkan ke saya,” jelasnya.

Pada saat itu, sambungnya, saya pikir ini perampokan, kemudian mereka (BNN) berteriak dan mempertanyakan, “mana yang namanya Riki”. “Kebetulan Riki yang dimaksud ada di dalam mobil saya dan Riki pun turun dan saya pun pasrah,” kenang Ismuhadi.

Setelah itu, lanjutnya, saya di masukkan ke mobil Avanza, dalam posisi tangan terborgol di bawa ke hotel Orchat, tepatnya salah satu kamar berisi Narkoba, “Setelah di bawa ke salah satu kamar di hotel Orchat yangberisi Narkoba, pukul 22:00 Wib saya di bawa ke markas BNN di Cawang, Jakarta Timur,” ngaku Ismuhadi kepada awak media.

Ismuhadi melanjutkan, pada tanggal 10 Januari 2017, Pengadilan Negeri Jakarta menjatuhkan putusan kepadanya dengan hukuman tujuh bulan penjara, karena menurut majelis Hakim, Ismuhadi melanggar pasa 131 Undang-undang Anti Narkoba No.35 Tahun 2009. “Menurut asumsi jaksa, saya mengetahui adanya tindak pidana penyalah gunaan Narkotika akan tetapi tidak melaporkan kepada pihak berwenang,” urai Ismuhadi.

Dia juga menambahkan, dengan penjelasan saya ini, rakyat Aceh tahu, bahwa ia tidak bersalah dalam kasus narkoba itu. Dalam konferensi pers itu, Ismuhadi turut di dampingi penasehat hukumnya, J Kamal Farza dan Buchary HY.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat