HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kasus Pembunuhan Kim Jong-Nam

50 Warga Korea Utara Akan Segera Dideportasi Pemerintah Malaysia

Bendera Korut terlihat dari balik pagar berduri di Kedubes Korut di Kuala Lumpur, Malaysia, 11 Maret 2017. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)
16

HARIANACEH.co.id, KUALA LUMPUR – Malaysia akan mendeportasi 50 warga Korea Utara yang masa berlaku visanya sudah terlewati, Selasa 14 Maret 2017.

Ini merupakan langkah pengecualian dari Malaysia yang melarang semua warga Korut untuk pergi meninggalkan Negeri Jiran terkait kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri dari pemimpin Korut Kim Jong-un.

Pembunuhan Kim Jong-nam sebulan lalu memicu ketegangan antara Malaysia dengan Korut. Malaysia menyebut Kim Jong-nam tewas akibat racun syaraf VX, sementara Korut menyebutnya hanya serangan jantung.

Delegasi Korut datang untuk mengambil jasad Kim Jong-nam, tapi ditolak. Malaysia menegaskan hanya keluarga Kim Jong-nam yang dapat mengambil jasadnya.

Malaysia kemudian mengusir Duta Besar Korut, yang membuat Pyongyang marah besar. Pyongyang melarang semua warga Malaysia meninggalkan Korut. Malaysia membalas dengan langkah serupa.

Namun Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan kepada awak media, seperti dikutip AFP, bahwa 50 warga Korut yang bekerja di Sarawak harus dideportasi karena izin tinggalnya sudah kedaluwarsa.

Hubungan Korut dan Malaysia pada dasarnya hangat sebelum terjadinya kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Infografik Pembunuhan Kim Jong-Nam
Infografik Pembunuhan Kim Jong-Nam. (MTVN)

Sekitar 100 ribu warga Korut diyakini bekerja di luar negeri, dan uang remitansinya adalah salah satu sumber pendapatan utama Pyongyang.

Otoritas Malaysia telah mendakwa dua wanita — Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam — dengan pasal pembunuhan terhadap Kim Jong-nam. Keduanya sempat mengaku sedang berada dalam acara reality show saat memaparkan cairan kimia ke wajah Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari.

Siti Aisyah telah didampingi tim pengacara yang disediakan KBRI Kuala Lumpur. Dirinya akan menjalani sidang lanjutan pada April mendatang.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat