HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jaksa Korsel Mintai Mantan Presiden Park Keterangan sebagai Tersangka

7

HARIANACEH.co.id – Jaksa Korea Selatan (Korsel) segera memanggil mantan presiden yang dimakzulkan, Park Geun-Hye, setelah dikonfirmasi oleh pengadilan tertinggi negara itu, pekan lalu.

Ia akan dimintai keterangan sebagai tersangka kriminal, menurut seorang juru bicara, Selasa 14 Maret.

“Kami akan memutuskan, pada Rabu, kapan memanggil mantan presiden Park dan memberitahu dia,” kata juru bicara Kejaksaan Distrik Pusat Seoul kepada AFP, Selasa 14 Maret 2017.

“Dia akan dipanggil sebagai tersangka,” tambahnya.

Belum diputuskan apakah Park akan dipanggil ke kejaksaan secara tertutup, atau terbuka untuk publik di bawah sorotan kamera TV dan fotografer, ia imbuhkan.

Pengadilan tertinggi Korsel, pekan lalu, memecat Park atas skandal korupsi, melucuti imunitas kepresidenan dari dirinya terhadap tuntutan pidana.

Dia telah ditetapkan sebagai tersangka suap dan penyalahgunaan kekuasaan karena diduga berkolusi dengan sahabat terpercaya rahasianya, Choi Soon-Sil, untuk memeras uang dari sejumlah perusahaan, di antaranya kelompok raksasa Samsung.

Pilpres Digelar 9 Mei

Usai resmi diberhentikan, pihak pemerintahan sementara Korsel telah menentukan tanggal untuk pemilihan presiden. Pemilu akan berlangsung pada 9 Mei mendatang.

Penentuan tanggal pemilu presiden ini sesuai dengan ketentuan yang menyebutkan pemilihan presiden harus dilakukan setelah 60 hari, usai seorang pemimpin dimakzulkan.

Park Geun-hye resmi diberhentikan pada Jumat 10 Maret kemarin terkait skandal korupsi yang menjeratnya. Ketua KPU Korsel Kim Yong Dok menyebutkan pihaknya khawatir dengan perbedaan politik yang terjadi, karena bisa menyebabkan suasana panas. Masyarakat pun diminta ambil bagian dalam pemilihan ini.

Kemenlu pantau WNI

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L.P Marsudi menegaskan bahwa pemerintah saat ini memantau terus memantau kondisi para WNI yang berada di Korea Selatan.

Meskipun saat ini berlangsung pergantian Dubes RI di Korsel, Menlu juga terus memberikan imbauan kepada WNI khususnya saat situasi demonstrasi besar-besaran. Hingga kini Kemenlu belum memberikan travel warning kepada WNI yang ingin bepergian ke Korsel.

loading...