HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jurnalis Filipina Ditembak Mati Karena Sering Nulis Artikel Kejahatan

3

HARIANACEH.co.id, MANILA – Seorang jurnalis surat kabar di Filipina ditembak mati sejumlah orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Pembunuhan ini menandai kematian terbaru di kalangan jurnalis Filipina.

Joaquin Briones, yang bekerja untuk media Remate, ditembak di bagian punggung di Masbate, provinsi yang dikenal dipenuhi konflik politik dan kejahatan.

Editor Remate, Lydia Buena, meyakini Briones dibunuh terkait sejumlah artikel berkonten “keras.”

“Dia menerima banyak ancaman pembunuhan karena dia menulis banyak artikel mengenai Masbate,” tutur Buena kepada AFP, Selasa 14 Maret 2017. “Dia orang kuat. Dia punya banyak musuh, tapi terus bekerja keras,” lanjutnya.

Sebagian besar artikel Briones berisi laporan mengenai pemancingan ilegal, perjudian dan kejahatan narkotika.

Serikat Jurnalis Nasional Filipina mengatakan Briones adalah wartawan kedua yang dibunuh sejak Rodrigo Duterte menjadi presiden pada Juni tahun lalu.

Duterte memicu kontroversi sebelum dilantik. Ketika itu, ia mengatakan bahwa jurnalis yang menerima suap atau terlibat aktivitas korupsi akan menjadi target pembunuhan.

Paul Gutierrez, presiden Klub Pers Nasional Filipina, mengatakan bahwa Briones sempat berpikir untuk tinggal di Manila karena “kampung halamannya terlampau berbahaya.”

Briones sempat dipenjara selama lima tahun atas kasus pencemaran nama baik yang melibatkan seorang politikus lokal. “Dia bangga dipenjara,” kata Gutierrez.

Filipina dikenal sebagai salah satu negara paling mematikan bagi profesi jurnalis.

Studi dari Federasi Jurnalis Internasional tahun lalu menunjukkan bahwa 146 jurnalis tewas dibunuh antara 1990 dan 2015. Filipina menjadi negara kedua paling berbahaya bagi awak media, dengan posisi puncak di tangan Irak.

Salah satu serangan terburuk di Filipina terjadi pada 2009, saat 32 jurnalis berada di antara 58 korban yang dibunuh sebuah klan kriminal.

loading...