HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Malaysia: Supaya Awet Jasad Kim Jong-nam Dibalsam

Kasus Pembunuhan

7

HARIANACEH.co.id, KUALA LUMPUR – Wakil Perdana Menteri Malaysia mengklaim, pada Selasa 14 Maret, bahwa jasad Kim Jong-nam, yang tewas bulan lalu, dibalsam supaya awet.

Selain itu, dikatakan, sekitar 50 warga Korea Utara (Korut) yang izin kerjanya telah berakhir akan dideportasi. Kabar tentang deportasi menjadi kejutan sebab Malaysia telah melarang warga Korut meninggalkan Negeri Jiran begitu juga sebaliknya. Ketegangan ini terjadi di tengah kebuntuan diplomatik atas kematian Kim.

Pihak berwenang Malaysia mengatakan, saudara tiri yang terkucil dari pemimpin Korut Kim Jong-un tewas 13 Februari setelah dua wanita mengusap wajahnya dengan zat saraf terlarang VX di bandara Kuala Lumpur. Korut — yang secara luas diduga berada di balik serangan itu — membantah temuan.

Ahmad Zahid Hamidi berkata, jenazah Kim dibawa keluar dari kamar mayat di sebuah rumah sakit Kuala Lumpur guna proses pembalsaman dan telah dikembalikan. Dia menolak katakan kapan prosedur itu dilakukan.

“Seperti jenazah yang disimpan di kamar mayat, jasad mungkin membusuk, jadi kami melakukan ini biar awet,” katanya kepada wartawan di parlemen, seperti dikutip The Telegraph dari laporan Associated Press, Selasa 14 Maret 2017.

Para pejabat kesehatan mengatakan, kerabat Kim akan diberi waktu dua sampai tiga pekan untuk mengklaim jenazahnya sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap mendiang.

Korut telah menuntut jasad itu dipulangkan dan keberatan ketika Malaysia melakukan otopsi. Pyongyang juga menolak untuk mengakui bahwa korban adalah Kim Jong-nam dan hanya menyebutnya sebagai Kim Chol, nama pada paspor yang dibawa Kim ketika ia diserang di terminal bandara yang ramai.

Polisi Malaysia menyebut, Jumat 10 Maret, bahwa Kim Chol dan Kim Jong-nam adalah orang yang sama. Namun menolak mengungkap bagaimana mereka membuktikannya.

Hubungan antara kedua negara sahabat telah memburuk tajam sejak kematian Kim, masing-masing mengusir duta besar yang lain. Selasa pekan lalu, Korea Utara mencekal semua warga Malaysia meninggalkan negara itu sampai “penyelesaian yang adil” dari kasus itu tercapai. Malaysia kemudian ganti melarang warga Korut keluar wilayahnya.

Zahid, yang sebelumnya mengaku negosiasi sedang berlangsung, berkata, Selasa, bahwa sekitar 50 warga Korut yang ditahan di negara bagian Sarawak timur atas kelebihan izin tinggal mereka akan dikirim kembali ke Pyongyang segera. Dia tidak memberi rincian atau memberitahu mengapa mereka akan dideportasi selagi berlaku larangan pergi.

Di Korut, ada sembilan warga Malaysia — tiga anggota staf kedutaan dan anggota keluarga mereka. Sekitar 315 warga Korea Utara berada di Malaysia, menurut pejabat Malaysia.

Kedua negara juga membatalkan perjalanan bebas visa bagi warga negara masing-masing.

Kendati Malaysia tidak pernah secara langsung menuduh Korut berada di balik serangan itu, banyak yang berspekulasi bahwa Pyongyang mengatur aksi itu. Para ahli mengatakan, zat saraf VX yang digunakan membunuh Kim hampir pasti diproduksi di laboratorium senjata canggih negara, dan Korut secara luas diyakini memiliki sejumlah besar senjata kimia.

Empat dari tujuh tersangka asal Korut sedang dicari oleh Malaysia. Diduga mereka telah meninggalkan negara itu di hari Kim tewas. Polisi mengungkapkan, tiga lainnya, termasuk seorang diplomat Korut, diyakini berada di Kedubes Korut di Kuala Lumpur.

Korut, pada Senin 13 Maret, berusaha mengalihkan kesalahan atas kematian Kim kepada Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).

Wakil Dubes Korut untuk PBB, Kim In-ryong, mengatakan di New York bahwa “dari A sampai Z, kasus ini adalah produk dari manuver sembrono AS dan pemerintah Korsel,” yang katanya berupaya menodai citra Korut dan menurunkan martabatnya.

Dubes itu berseru, AS adalah salah satu dari sedikit negara yang dapat memproduksi VX, dan juga telah menimbun senjata kimia di Korsel, yang bisa menyediakan bahan kimia buat menyerang Kim Jong-nam.

Serangan itu tertangkap di video CCTV, yang menayangkan dua perempuan membekap Kim, lantas mengolesi sesuatu di wajahnya. Dia meninggal dalam waktu 20 menit, pihak berwenang mengatakan. Kedua wanita — asal Indonesia dan Vietnam — telah didakwa dengan pembunuhan. Namun keduanya mengklaim tertipu lantaran mengira mereka sedang diajak bermain lelucon berbahaya. Belum jelas siapa yang mengajak mereka.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time