HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rancangan Undang-Undang Pelarangan Adzan di Palestina Tuai Kritik Keras

8

HARIANACEH.co.id – Rancangan Undang-undang pelarangan Kumandang Adzan Isya dan Subuh di Plestina oleh Israel nampaknya mengundang aksi protes. Salah satunya yang diungkapkan Adara Relief International, sebuah lembaga kemanusiaan Indonesia yang fokus membantu urusan anak dan perempuan Palestina.

“Mengutuk dan menentang RUU Israel tentang pelarangan dikumandangkannya adzan Isya dan Subuh di Palestina karena hal tersebut merupakan bentuk penjajahan terhadap kebebasan beragama,” tegas Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani ketika dihubungi, Selasa (14/3)  seperti dikutip dari Antara.

Dirinya mengkritisi bahwa mengumandangkan adzan merupakan bagian dari akidah dan keimanan muslim Plestina.

“Harus dihormati dan tidak boleh dibatasi oleh peraturan pemerintah penjajahan zionis Israel,” kata Nurjanah

Pasalnya ia menilai, melarang adzan di Masjid Al-Aqsha sama saja dengan melarang adzan di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah karena ketiganya adalah masjid seluruh umat Islam di dunia.

Oleh sebab itu, Adara Relief International sebagai bagian dari bangsa Indonesia, mendukung setiap upaya bangsa Palestina merebut kembali kemerdekaan yang hakiki dari penjajah zionis Israel karena amanah kebangsaan yang tegas dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa Indonesia menentang setiap bentuk penjajahan di muka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dirinya juga mengajak kaum muslimin Indonesia khususnya dan segenap bangsa Indonesiauntuk turut serta melakukan penentangan terhadap RUU menjadi UU pelarangan adzan di Palestina oleh Knesset Israel sebagai bentuk kepedulian pada pelaksanaan hak asasi manusia.

Bahkan Ketua Dewan Tinggi Islam di Kota Al-Quds yang juga merupakan Imam Besar masjid Al-Aqsha, Syaikh Ikrimah Shobri, menyatakan bahwa para muadzin di masjid-masjid seantero Al-Quds tidak akan menggubris keputusan Knesset Israel dan akan terus mengumandangkan adzan dari masjid.

Kaum muslimin Palestinapun akan terus mengumandangkan adzan dari atas rumah-rumah mereka, di pasar-pasar dan di jalan-jalan.

“Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” (QS Al-Kafirun 1 – 6) Rakyat Palestina menentang keras rencana penetapan RUU menjadi UU ini karena mengumandangkan adzan adalah persoalan keimanan dan jika diteruskan akan mengundang gerakan perlawanan (intifadhah) dari rakyat Palestina.

Sebelumnya, Pemerintah zionis Israel menyerahkan RUU Pelarangan Kumandang Adzan Isya dan Subuh kepada parlemen Israel, Knesset, pada Rabu 8 Maret 2017 untuk dibahas sebagai Undang-undang yang menetapkan peraturan melarang dikumandangkannya adzan di Palestina mulai pukul 23.00 hingga 07.00 waktu setempat.

Rancangan Undang-undang ini diantaranya juga berisi denda sebesar 1.300 – 2.600 dolar AS bagi yang melanggar peraturan tersebut.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time