HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

KAMMI Aceh Dukung KEK di Kelola Pemerintah Aceh

7

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh sepakat mendukung sepenuhnya agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe di kelola oleh Pemerintah Aceh dan menolak konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengelola KEK.

Hal ini di sampaikan Ketua KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad di sela-sela konferensi pers Panitia Percepatan Pembangunan KEK Arun Lhokseumawe di di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Lingke, Banda Aceh, Rabu kemarin, 15 Maret 2017.

Tuanku Muhammad mengatakan, sebagaimana diketahui telah keluar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang KEK Arun Lhokseumawe yang diteken Presiden Joko Widodo pada 17 Februari 2017.

“Dalam PP tersebut, tiga kawasan yang diusul untuk menjadi kawasan ekonomi khusus, yaitu kompleks kilang Arun, Kecamatan Dewantara, dan Desa Jamuan (lokasi pabrik PT KKA), resmi dan telah memiliki dasar hukum yang kuat sebagai KEK Arun Lhokseumawe,” ujarnya.

Namun menurutnya dalam konsep pengelolaannya KEK Arun Lhokseumawe dikelola oleh konsorsium BUMN yakni PT Pertamina, PT PIM, PT Pelindo I dan PDPA.  “Padahal, Pemerintah Provinsi Aceh sebelumnya telah menandatangani surat pengusulan KEK Arun Lhokseumawe, ” imbuhnya.

Dengan hal itu, KAMMI Aceh bersikap ,menolak secara tegas jika KEK Arun di kelola oleh konsorsium BUMN. “KAMMI meminta kepada Presiden Jokowi untuk menyetujui agar KEK Arun di kelola oleh Pemerintah Aceh,” tegas Tuanku.

Beberapa pertimbangan KAMMI Aceh agar Pemerintah Aceh menjadi pengelola KEK Arun, yaitu;

1. Pemerintah Aceh akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika KEK Arun dikelola oleh Pemerintah Aceh karena saham mayoritasnya akan dimiliki oleh Aceh.
2. Dapat lebih mudah dalam menampung tenaga kerja dari Aceh.
3. Pemerintah Aceh dapat mengontrol penuh pengelolaan KEK Arun.
4. KEK Arun dapat menjadi penyumbang PAD terbesar bagi pembangunan Aceh di saat dana Otsus 2027 sudah tiada.
5. Aceh akan menjadi pemain utama dalam pengelolaan KEK bukan menjadi penonton seperti pengelolaan Arun sebelumnya.

loading...