HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Media Sosial yang Gagal Tangani Konten Ilegal Akan Didenda Pemerintah Jerman

Laman Facebook. (livemint.com)
20

HARIANACEH.co.id – Kementerian Kehakiman Jerman baru saja membuat rancangan regulasi yang akan mengenakan denda sebesar EUR50 juta (Rp711 miliar) pada perusahaan media sosial yang gagal menghapus konten kebencian (hate speech) dan konten ilegal lainnya pada platform mereka.

Menteri Kehakiman, Heiko Maas mengumumkan tentang pembuatan peraturan baru ini dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari Selasa lalu. Menurut Associated Press, denda ini akan dikenakan pada Facebook atau media sosial lain yang tidak dengan segera menghapus ancaman online, ujaran kebencian atau berita palsu yang merusak reputasi seseorang.

Kementerian juga meminta perusahaan-perusahaan media sosial untuk menunjuk satu orang yang bertanggung jawab atas protes-protes yang muncul, lapor The Verge. Ketika perusahaan gagal memenuhi regulasi baru ini, maka orang yang telah ditunjuk itu dapat dikenakan denda hingga EUR5 juta (Rp71,1 miliar).

Rancangan regulasi ini diumumkan bersamaan dengan munculnya laporan bahwa Twitter hanya menghapuskan 1 persen dari konten ilegal yang dilaporkan oleh pengguna, sementara Facebook menghapuskan 39 persen dari konten yang dilaporkan dan YouTube menghapuskan hingga 90 persen konten yang dilaporkan pengguna.

Studi tersebut diadakan pada bulan Januari dan Februari. Studi itu menemukan bahwa 33 persen konten ilegal di Facebook diblokir atau dihapuskan dalam waktu 24 jam. Namun, Twitter gagal untuk menghapus konten yang dilaporkan dalam waktu yang sama.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Maas berkata, “Jelas bahwa kita harus terus memberikan tekanan pada perusahaan media sosial. Kita butuh regulasi resmi untuk membuat perusahaan-perusahaan memikul kewajiban untuk menghilangkan konten ilegal.”

Komentar
Sedang Loading...
Memuat