HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Berita Penculikan Anak di Aceh Utara Ternyata HOAX

Ilustrasi Hoax. (Youtube)
37

HARIANACEH.co.id, ACEH UTARA – Kabar penculikan anak di Kecamatan Baktiya Aceh Utara, Kamis (16/3/2017) siang yang beredar di media sosial melalui salah satu akun Facebook warga daerah itu dan status dari akun facebook tersebut dibagikan ke belasan pengguna akun lainnya telah membuat resah, karena berita yang  beredar di tengah-tengah masyarakat ternyata hanya hoax atau bohong belaka.

Kabar penculikan anak itu mucul di salah satu pemilik akun facebook yang menuliskan “Pemberitahuan kepada  seluruh rakyat Aceh, untuk menjaga anak anak dari para penculikan,  telah terjadi penculikan anak dengan modus memberi permen, di desa Alue Anoe Timu Kec Baktiya Kab Aceh Utara,” sebut akun itu pada statusnya.

Berita HOAX Penculikan anak-anak di Aceh Utara.
Berita HOAX Penculikan anak-anak di Aceh Utara. (Screenshot/HAI/Saiful)

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kapolsek Baktiya Iptu Suparyo, kepada saat dikonfirmasi wartawan membantah terjadi penculikan dua anak yaitu  Mardatillah (9) dan Nurul Maulida (9) pelajar kelas III SD asal Gampong Alue Anoe Timu Kecamatan Baktiya.

“Setelah mendapatkan informasi ada isu anak diculik, langsung turun ke lokasi  dan mendatangi rumah orang tua anak yang di isukan di culik untuk memastikan, ternyata kabar tersebut tidak benar dan penculikan itu juga tidak ada,” kata Iptu Suparyo .

Dikatakan, berdasarkan informasi, kejadian itu berawal saat jam istirahat sekolah dua bocah perempuan menuju sebuah Masjid yang berjarak  sekitar 50 meter dari sekolahnya dengan membawa sebuah sepeda untk mencuci tangan, lalu melihat seorang pemuda sedang duduk di kebun sambil bermain Hanphone (HP) mereka langsung lari dengan meneriakkan penculik-penculik.

“Warga yang mengatahui kejadian mengira telah terjadi penculikan anak, sehingga informasi teresebut beredar dikalangan masyarakat, setelah kita pastikan tenyata  informasi tidak benar , oleh karena itu  kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi atau berita yang belum jelas kebenarannya kerana bisa membuat keresahan dalam masyarakat. (Saiful Nur)

Komentar
Sedang Loading...
Memuat