HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Saifuddin Bantasyam; Bila Kalah di MK, Paslon Harus Gentelman

7

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Penetapan hasil pilkada sudah dilakukan hampir semua Kabupaten dan Kota oleh Komisi Independen Pemilu (KIP), bahkan ada beberapa Kabupaten dan Kota di Aceh telah diketahui pemenang pemilu pada pilkada 2017-2022. Namun, penetapan hasil dipandang sebagai masa-masa krusial pada proses pilkada dikarenakan adanya persengketaan hasil oleh pihak yang kalah dalam perhitungan suara.

Terkait dengan adanya upaya hukum berupa mensengketakan hasil ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pihak yang kalah dalam perhitungan suara, pakar hukum dari Universitas Syiah Kuala, Saifuddin Bantasyam, mengatakan , langkah hukum itu adalah pilihan terbaik dalam sistem yang demokratis. “Saya mengapresiasi langkah ini, tidak menggunakan cara-cara nonhukum dalam menolak hasil,” kata Saifuddin dalam press release yang diterima HARIANAACEH.co.id, Kamis (16/3)di Banda Aceh.

Dosen FH dan FISIP Unsyiah itu menambahkan, dirinya berharap para pihak khususnya pemohon tidak hanya sadar pada sebatas membawa ke MK tapi juga harus bersikap kesatria jika misalnya MK menolak atau memutuskan tidak menerima dalil yang diajukan pemohon. “Dengan kata lain, santun dalam proses harus juga diikuti dengan sikap santun dalam menerima putusan,” ajaknya.

Menurutnya, sikap gentelman itu adalah konsekuensi logis dari jalan hukum yang diambil oleh paslon yang kalah. Biarkan MK memeriksa dengan teliti berbagai aspek semisal ketepatan tenggang waktu pengajuan sengketa, legal standing pemohon, sampai kepada persentase selisih suara.

“Bisa saja pemohon mensengketakan hal-hal yang tidak terkait dengan selisih penghitungan suara, tapi ya seperti saya katakan tadi, bersikap legawa lah jika kemudian permohonan itu ditolak,” kata Saifuddin.

Dia berharap setelah ada putusan MK maka seluruh elemen yang ada di Aceh, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota dapat menyatukan komitmen dan energi untuk membangun Aceh. “Setelah pilkada selesai, rakyat butuh yang terbaik, realisasi dari janji, tak perlu lagi kisruh dengan alasan yang bermacam-macam,” demikian Saifuddin Bantasyam.

 

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time