HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Insiden Bandara Paris Ternyata Berkaitan dengan Penembakan Petugas Polisi

9

HARIANACEH.co.id, PARIS – Upaya penyerangan gagal yang terjadi di Bandara Orly, Paris, Prancis memiliki kaitan dengan insiden di utara Paris di hari yang sama.

Penembakan yang dimaksud terjadi sebelumnya di wilayah pinggiran kota Paris, Stains. Penembakan diarahkan ke seorang petugas polisi.

“Seorang pria yang tengah mengendarai mobil melepaskan tembakan saat berlangsung pemeriksaan rutin. Seorang petugas menderita luka ringan di bagian kepala,” ujar pihak kepolisian, seperti dikutip AFP, Sabtu 18 Maret 2017.

Serangan gagal pada Sabtu pukul 6.55 pagi ini, diduga terkait dengan serangan di Bandara Orly pada pukul 8.30.

Tidak ada yang terluka dalam kejadian di bandara. Sementara seluruh warga yang berada di bandara sudah dievakuasi dan penerbangan pun ditunda.

Seorang saksi mata bernama Frank Lecam menyebutkan bahwa, saat ini pemeriksaan di loket penerbangan ke Tel Aviv, Israel. Di tempat itu menurut Lecam, terdengar tiga tembakan.

“Kami berada di luar bandara, sekitar 200 meter dari pintu masuk. Tiba-tiba muncul polisi, petugas darurat dan prajurit dari berbagai arah. Seorang petugas keamanan mengatakan kepada kami bahwa kejadian berlangsung di pintu 37-38, di mana penumpang penerbangan Turkish Airlines dijadwalkan masuk,” imbuh Lecam.

Polisi memperingatkan warga sekitar untuk menjauh di saat tim penjinak bom melakukan pencarian di seluruh terminal. Mereka ingin memastikan tidak ada bom diletakkan oleh pelaku di bandara tersebut.

Menurut laporan, pelaku mencoba merebut senjata milik seorang petugas yang saat itu menjaga posnya bersama dua orang pasukan lainnya.

Setelah mencoba merebut senjata dari pihak keamanan, pelaku berlari ke arah toko yang ada di bandara. Langkah pelaku terhenti usai ditembak mati oleh pihak berwenang.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time