,

Peusaba Gelar Muhibbah Tamaddun Islam Aceh-Malaysia

Peusaba gelar Gelar Muhibbah Tamaddun Islam Aceh-Malaysia di Rumah Cut Nyak Dhien, Lampisang, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (19/3/2017). Foto: Ratu

HARIANACEH.co.id, ACEH BESAR – Konsorsium Peubeudoh Sejarah, Adat dan Budaya Aceh (Peusaba) mengadakan Muhibbah Tamaddun Islam Aceh-Malaysia di lokasi wisata sejarah, Rumah Cut Nyak Dhien, Gampoeng Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu (19/3/2017).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang dari Himpunan Kedaulatan Islam Akhir Zaman (Hikmah) Malaysia, 100 masyarakat sekitar dan tamu undangan lainnya.

Ketua panitia Fadlan mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Himpunan Kedaulatan Islam Akhir Zaman (HIKMAH) setiap tahunnya di Malaysia.

Kata dia, acara diskusi ini sudah digelar di berbagai tempat seperti Kuala Lumpur, Keudah, Johor hingga ke Malaka. Saat ini, untuk mengembangkan ke dalam suatu ukhuwah Islam nusantara, Hikmah mengadakan di Serambi Mekah melalui tim yang ada di Aceh yakni Peusaba.

“Tujuan utama dari kegiatan Hikmah ini adalah untuk menguatkan kembali benang merah yang pernah ada dari semenanjung Malaysia. Jadi kekuatan melayu (Aceh-Malaysia) itu kita coba gali sebagai sesuatu perspektif yang sedang buming dan bergerak maju menguatkan ekonomi masyarakat melalui wisata islam. Jadi ini kami rangkul dalam sebuah wisata islam yang endingnya adalah penguatan ekonomi kemasyarakatan,” jelasnya.

Foto: Ratu

 

Atas terjalinnya diskusi antar kedua negara itu, diharapkan dapat menguatkan ekonomi masyarakat kedepan

Adapun rangkaian kegiatan yang digelar antara lain, pembacaan puisi Cut Nyak Dien, penggelaran Silat Aceh, persembahan tarian tradisional Aceh, presentasi sejarah Aceh-Malaysia oleh Tuan Safie (President Hikmah Malaysia), materi ragam batu nisan Aceh sebagai bukti Tamaddun Islam oleh Tuan Herman Syah M.Th MA. (Dosen Filologi Aceh) dan materi Songket Aceh oleh tuan Azhari Ilyas.

Selanjutnya usai dzuhur peserta akan diajak ke lokasi bersejarah yaitu Gampong Pande, Kota Banda Aceh dipandu oleh tim Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) untuk melihat peninggalan nisan kuno disana. []

 

 

loading...

Benarkah Legenda Arktika Terungkap dengan Temuan Tengkorak Beruang Kutub Raksasa?

Menuju Pemilu Legislatif 2019, NasDem Akan Ciptakan Program Baru