HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Gareth Bale Nyaris Terdampar di Klub Medioker Inggris Sebelum ke Real Madrid

6

HARIANACEH.co.id, MADRID – Gareth Bale menjadi pemain termahal di dunia saat ditransfer dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2014. Ketika itu, Los Merengues harus merogoh kocek hingga 100 juta Euro (Rp1,4 triliun) untuk memboyong Bale ke Santiago Bernabeu.

Status sebagai pemain termahal di dunia bisa saja tidak disandang Bale. Hal itu terjadi andai ‘tukar-guling’ antara Tottenham Hotspur dengan Reading FC pada 2008 terlaksana.

Awal cerita, Tottenham tidak senang dengan kontribusi Bale sebagai fullback kiri. Lalu, Reading datang memberikan solusi. Mereka siap menampung Bale memberikan Stephen Hunt dalam klausul transfer.

“Keinginan itu (Hunt pindah ke Tottenham) sudah dibicarakan oleh kedua klub. Bahkan, agen saya sudah mulai melontarkan beberapa ide agar transfer terlaksana,” ungkap Hunt kepada Marca.

“Tottenham juga sudah membicarakan perihal membiarkan Bale dilepas ke Reading,” tambahnya.

Bale memang mengawali karier sebagai fullback. Peran itu ia lakoni ketika bermain untuk skuat senior Southampton pada 2006–2007 serta bersama Tottenham pada 2007–2008. Namun, Bale tidak cocok di posisi itu. Sebagai fullback, Bale dianggap lalai menjaga pertahanan.

Harry Redknapp datang untuk mengubah nasib Bale. Pelatih asal Inggris itu sadar Bale punya kelebihan di sektor kecepatan dan akselerasi melewati lawan. Alhasil, saat ditunjuk menjadi manajer Tottenham pada 2008–2009, Redknapp langsung memutuskan untuk menempatkan Bale di posisi sayap kiri.

Karier Bale terus menanjak sejak saat itu. Hingga akhirnya ia menjadi pemain termahal di dunia dan sudah meraih dua gelar Liga Champions bersama Los Merengues. (Marca)

loading...