Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Hukuman Cambuk Jadi Daya Tarik Wisatawan Malaysia

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Eksekusi cambuk terhadap empat pasangan non muhrim pelaku ikhtilat (bercampur antara laki-laki dan perempuan) dan empat pelaku maisir (judi) yang digelar di halaman Masjid Baitul Mukminin, Desa Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin (20/3/2017) menjadi tontonan wisatawan dari Malaysia.
Pantauan HARIANACEH.co.id, sebanyak dua bus pariwisata yang mayoritas berisi ibu-ibu itu menyaksikan proses hukuman cambuk bagi para pelanggar syariat Islam di Aceh.
Zahra, salah seorang wisatawan negeri jiran mengatakan jika hukuman cambuk ini tidak ada di negerinya. Kata dia, hukum Islam tersebut sedang dalam proses pembentukan di negeri yang mayoritas beragama Islam juga.

Eksekusi hukuman cambuk di Masjid Baitul Mukminin, Desa Lamteh, Kota Banda Aceh, Senin (20/3/2017). Foto: HAI/Eko Deni Saputra

Bagi Zahra, dia sangat setuju penerapan hukuman syariat Islam tersebut. Katanya, di negeri Islam sudah patut seharusnya ada.
“Hukuman cambuk ini bukan menyiksa seseorang, tapi dia bisa jadi pembelajaran bagi kita yang beragama Islam. Setelah dicambuk, pasti Allah akan menghapuskan dosanya.” ujarnya.
Seperti diketahui, hukuman cambuk di Aceh sudah menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Seperti tadi, selain wisatawan dari Malaysia, juga hadir dua warga Estonia yang ingin melihat proses hukum Islam yang kerap sekali menjadi perhatian media luar negeri.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya