HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemerintah Aceh Akan Daftarkan Batu Nisan Aceh ke UNESCO

Komplek makam peninggalan sejarah Aceh di Gampong Pande, Kota Banda Aceh. Foto: HAI/Ratu
34

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh akan menyiapkan langkah khusus untuk mendaftarkan batu nisan bekas peninggalan kerajaan Aceh ke badan khusus PBB, UNESCO melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Aceh, H.Mulyadi saat mengadakan konferensi pers tentang “Pentingnya Batu Nisan Aceh Didaftarkan ke UNESCO” bersama UPTD Meseum Aceh dan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Senin (20/03/2017) di Meuseum Aceh, Kota Banda Aceh.

Mulyadi mengatakan, gubernur Aceh telah meminta Disbudpar Aceh mempersiapkan seluruh dokumen-dokumen atau syarat pengajuan ke Badan Pelestarian Cagar Budaya Dunia yaitu UNESCO agar batu nisan Aceh masuk ke dalam daftar situs cagar budaya dunia yang harus dijaga dan dirawat.

“Gubenur siap mendukung semua langkah tersebut, dan siap melakukan back up secara politik, serta kebijakan mengenai pelestarian batu nisan yang ada diseluruh provinsi Aceh dengan memperintahkan dinas terkait untuk mengambil langkah secara khusus dengan cepat,” kata Mulyadi.

Ia melanjutkan, untuk mendaftarkan situs sejarah ke UNESCO butuh kerja keras, jika situs cagar budaya tersebut berhasil terdaftar, maka ada keuntungan yang akan didapat, seperti perawatan dan pembiayaan yang ditanggung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Salah satu seni Aceh juga sudah masuk dalam daftar sejarah dunia, yaitu Tari Saman. Untuk itu, kita harus bersama-sama bekerja agar situs cagar budaya ini ikut terdaftar ke UNESCO, dan Aceh bisa Go International,” sambungnya.

Terkait dengan batu nisan ini, banyak peneliti yang meneliti batu nisan di Aceh mengatakan, batu nisan Aceh sangat luar biasa karena nilai seni, budaya dan sejarah yang sangat besar. []

Komentar
Sedang Loading...
Memuat