HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Buka Musrenbang 2018, Illiza Sebut IPM Banda Aceh Nomor 2 Terbaik di Indonesia

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Kota Banda Aceh Tahun 2018. Musrenbang yang bertema “Mewujudkan Model Kota Madani Yang Gemilang Melalui Perencanaan Pembangunan Partisipatif Dalam Bingkai Nilai-nilai Islami” itu digelar di Aula Balai Kota, Selasa (21/3/2017). Foto: HAI/R Denny
29

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Banda Aceh Tahun 2018.

Musrenbang yang bertema “Mewujudkan Model Kota Madani Yang Gemilang Melalui Perencanaan Pembangunan Partisipatif Dalam Bingkai Nilai-nilai Islami” itu digelar di Aula Balai Kota, Selasa (21/3/2017).

Dalam sambutannya, Illiza mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banda Aceh nomor dua terbaik di Indonesia.

“Kota Banda Aceh adalah kota yang kecil dan jumlah penduduknya juga terbatas, tetapi Indeks Pembangunan Manusia Kota Banda Aceh nomor dua terbaik di Indonesia. Hal ini diakibatkan dari karya-karya dan pemikiran yang besar yang akhirnya melahirkan karya yang besar pula, namun keberhasilan tidak hanya tumbuh dari fisiknya saja, tapi bagaimana mengukur pada indeks kebahagian dan indeks berkualitas ini yang diukur kedepan,” jelasnya.

Kata Illiza, seluruh Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) harus iqra’ atau dapat menilai kinerjanya sehingga pembangunan yang dilakukan memiliki kemajuan dan perubahan.

“Pembangunan itu yang pertama adalah harus adanya kemajuan dan yang kedua harus ada perubahan, makanya para SKPK harus “iqra”, dimana menilai bahwa selama masa menjabat adakah perubahan, dan selama menjabat ada atau tidaknya terjadi kemajuan,” ujarnya.

Dia berharap dalam melakukan perencanaan untuk tidak membicarakan kepentingan pribadi, tapi kepentingan masyarakat yang utama.

“Maka inilah kita merencanakan sesuatu dengan iqra’, banyak yang mengatakan syariat Islam menghambat pembangunan, padahal justru dengan Syariat Islam kita tunjukkan bahwa akan jauh cepat kemajuannya dibanding dengan daerah lain,” tambahnya. []

 

Editor: Eko Densa

Komentar
Sedang Loading...
Memuat