HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pilpres Prancis

Capres Prancis Ini Disebut Pemecah Belah Rakyat Karena Menyerang Islam

7

HARIANACEH.co.id – Calon presiden sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, diserang habis-habisan oleh empat capres lain tentang isu keamanan dan anti-Islam dalam debat pemilu pertama awal pekan ini.

Rival Le Pen, Emmanuel Marcon menuduhnya ingin memecah belah Prancis dengan menyerang Islam, khususnya kontroversi penggunaan burkini, baju renang wanita Muslim di sejumlah pantai di Prancis.

“Burkini adalah masalah ketertiban umum. Jangan menggunakan isu ini untuk memecah-belah Prancis,” kata Macron, seperti dikutip TIME, Selasa 21 Maret 2017.

Sebelumnya, Le Pen menegaskan ingin membatasi penggunaan pakaian dan atribut yang berhubungan dengan agama di tempat publik. Ia menganggap, penggunaan burkini menandakan adanya kebangkitan radikal Islam di Prancis. Ia pun menuding Macron mendukung radikalisme.

Penggunaan burkini sempat menjadi bahasan utama di Prancis, tahun lalu. Sejumlah kota-kota pesisir di Prancis bahkan melarang pabrik baju memproduksi burkini.

Secara blak-blakan Le Pen bahkan mengatakan bahwa warga Perancis tidak mau terbiasa hidup dengan terorisme.

Le Pen, yang memuji terpilihnya Donald Trump di Amerika Serikat dan keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa, juga menuduh Fillon hanya bisa memainkan taktik menakut-nakuti.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru, dukungan tertinggi masih diperoleh Macron yang dianggap bisa dengan mudah mengalahkan Le Pen dalam putaran kedua pemilu yang berlangsung 7 Mei mendatang.

Warga Prancis akan memberikan hak suara mereka pada 23 April dan 7 Mei. Masa kampanye resmi dimulai pada Sabtu pekan kemarin saat Dewan Konstitusi Prancis menetapkan sebelas kandidat yang memenuhi persyaratan.

loading...