HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dua Jurnalis Prancis Dipulangkan Karena Tak Punya Visa Meliput

Ilustrasi. (AFP)
17

HARIANACEH.co.id – Dua jurnalis asal Prancis yang bekerja untuk program The Explorers, Franck Jean Pierre Escudie dan Basile Marie Longchamp, terpaksa harus kembali ke Paris karena kedapatan meliput tanpa visa wartawan.

Seperti keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI yang dikutip HARIANACEH.co.id dari MTVN, Selasa 21 Maret 2017, Kemenlu bersama dengan Kementerian Pariwisata menemukan bahwa ada dua orang meski belum mendapat visa, tetap berangkat sesuai jadwal dengan Visa on Arrival (VOA) yang melanggar ketentuan imigrasi. Sementara, total kru 22 orang (semula 17 ditambah 5 orang), visa kunjungan jurnalis untuk 20 orang sudah keluar.

Pada 11 Maret, ketika akan melakukan syuting film dari udara, Escudie dan Longchamp tidak dapat menunjukkan visa kunjungan jurnalis kepada petugas di Bandara Mozes Kilangin, Timika, dan dilakukan investigasi oleh Kantor Imigrasi kelas II Tembagapura. Hal ini kemudian diinformasikan kepada Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

“Selama proses penyidikan terhadap kedua kru tersebut, pihak Imigrasi tidak melakukan penahanan,” pernyataan Kemenlu RI, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 21 Maret 2017.

Kemenlu RI berkoordinasi dengan pihak imigrasi, memberikan kesempatan kepada kedua kru film tersebut untuk mengambil visa jurnalistik yang sebelumnya secara prinsip telah disetujui. Kedua jurnalis dapat memperoleh visa tersebut dari Perwakilan di Paris atau Singapura. VOA tidak bisa dikonversi menjadi visa tipe lainnya di dalam negeri.

Produser The Explorers memutuskan agar kedua jurnalis kembali ke Paris, dan menyampaikan permohonan maaf kepada Kemenpar RI karena tidak memberitahukan mengenai penambahan kru, maupun status kedua wartawan yang masuk tanpa visa jurnalis.

Kedua jurnalis The Explorers kembali ke Prancis pada 18 Maret lalu dan tim The Explorers lainnya melanjutkan syuting film menurut jadwal yang sudah disusun.

Menurut rencana, The Explorers akan membuat total delapan episode berdurasi 52 menit per film dengan liputan di Sabang sampai Merauke. Rencana syuting dibagi dua tahap, dimulai Februari 2017 di Indonesia Timur (Raja Ampat, Papua Barat dan Maluku).

Dalam program ini, Kementerian Pariwisata RI mendukung tiket perjalanan domestik, dan sebagai kontraprestasi, The Explorers akan memberikan buku dan DVD spesial tentang proyek film dengan logo Wonderful Indonesia, yang juga akan dijual ke publik, logo Wonderful Indonesia dalam film yang akan ditayangkan di televisi, film dan video yang diedit akan diberikan pada Wonderful Indonesia untuk bahan promosi.

Serta video mengenai Raja Ampat bisa digunakan Garuda sebagai bahan promosi dan 5.000 exemplar brosur gratis Indonesia di majalah Paris Match, yang dapat digunakan sebagai bahan promosi untuk VITO (Representative Office Kementerian Pariwisata di Prancis).

Komentar
Sedang Loading...
Memuat