HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pilpres Timor Leste

Francisco Guterres Diprediksi Menang Pilpres, Jumlah Suara Masih Unggul

11

HARIANACEH.co.id, DILI – Francisco ‘Lu Olo’ Guterres diprediksi akan memenangkan pemilihan umum Presiden Timor Leste. Hingga saat ini, raihan suara Guterres terus memimpin.

Suara yang masuk hingga Selasa 21 Maret sore hari waktu setempat menunjukkan sudah mencapai hampir 60 persen. Hingga saat ini,-pria yang dahulu dikenal bertempur melawan pasukan Indonesia tersebut-, masih terus memimpin.

Proses penghitungan suara cepat sendiri diperkirakan akan berakhir tidak lama lagi. Sebelumnya pada pagi hari, Sekretariat Nasional untuk urusan Pemilihan Umum menghitung suara mencapai 30 persen.

Berdasarkan undang-undang Timor Leste, seorang kandidat harus meraih suara lebih dari 50 persen untuk memenangkan pemilu dalam satu ronde.

“Saya yakin tidak akan pemilu putaran dua,” ujar Guterres yang didukung Partai Fretelin, seperti dikutip Reuters, Selasa 21 Maret 2017.

Komisi Pemilu baru akan mengumumkan hasil resmi pemungutan suara pada 23 Maret. Hasil itu baru akan diverifikasi di pengadilan dalam waktu sekitar satu bulan.

1,2 juta warga Timor Leste amat menantikan hasil pemilu presiden ini, meskipun jabatannya hanya seremonial. Namun mereka mengharapkan perubahan kondisi menyusul kekhawatiran mengambil keuntungan atas pemanfaatan dari keuntungan minyak dan gas.

Hingga saat ini angka penggangguran di Timor Leste mencapai 60 persen. Pengamat pun melihat bahwa tantangan bagi pemerintahan yang baru untuk menjauhi diri dari ketergantungan atas minyak dan melakukan diversifikasi keuntungan ke bidang agrikultur dan manufaktur.

Sektor energi saat ini masih menjadi penghasilan utama Timor Leste. Dilihat dari PDB mereka pada 2014, sekitar 60 persen berasal dari sektor minyak dan gas dan memberikan pemasukan sekitar 90 persen pendapatan pemerintah.

“Saya akan mendorong untuk membuat pemerintah bekerja keras mengatasi kekurangan di seluruh sektor ekonomi,” tegas Guterres.

Pemilu yang berlangsung pada Senin 20 Maret itu, merupakan yang pertama kali dilakukan sejak pasukan perdamaian PBB keluar dari Timor Leste pada 2012.

loading...