HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

James Comey: Vladimir Putin Memang Ingin Donald Trump Jadi Presiden

Kepala FBI James Comey berbicara di depan kongres di Capitol Hill, Washington, 20 Maret 2017. (AFP/Drew Angerer)
22

HARIANACEH.co.id, WASHINGTON – Kepala Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) James Comey mengonfirmasi untuk kali pertama bahwa organisasinya menginvestigasi kemungkinan keterlibatan Rusia dalam pemilihan umum AS.

Comey juga mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hanya ingin Hillary Clinton kalah, tapi juga berusaha memenangkan Donald Trump sebagai presiden.

Salah satu upaya dilakukan Rusia, kata Comey, adalah meretas kubu Partai Demokrat.

“Saya rasa itu merupakan penilaian mudah bagi komunitas (intelijen). Putin begitu membenci Clinton,” ungkap Comey di depan panel kongres, seperti dikutip Reuters, Senin 20 Maret 2017.

Bersama Laksamana Mike Rogers, kepala Agensi Keamanan Nasional, Comey mengatakan bahwa investigasi mengenai kaitan Moskow dengan pilpres AS dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Ia juga menantang klaim Presiden Donald Trump yang menuduh Barack Obama menyadap percakapan dirinya di Trump Tower.

Pada awal Maret, Trump kembali menciptakan kontroversi dengan menuduh tanpa memberi bukti bahwa Obama menyadap dirinya yang sedang bersaing dengan Clinton.

“Dengan segala hormat atas tweet presiden mengenai tuduhan penyadapan kepada dirinya oleh pemerintahan sebelumnya, saya tidak mempunyai informasi untuk mendukung tuduhan itu,” kata Comey.

Ditanya mengenai pernyataan Comey, juru bicara Gedung Putih Sean Spicer membacakan serangkaian kutipan dari sejumlah pejabat negara — beberapa di antaranya dari pemerintahan Obama – yang menyebut tidak adanya indikasi kolusi antara kampanye Trump dengan Rusia.

Dalam sebuah tweet sebelum Comey muncul di depan kongres, Trump menulis: “Demokrat hanya membuat-buat cerita soal Rusia sebagai alasan untuk menutupi kampanye mereka yang buruk.”

Komentar
Sedang Loading...
Memuat