Legenda Terbentuknya Timor Leste, Matinya Seekor Buaya Lalu Jadi Pulau

Delapan calon Presiden mulai dipilih oleh rakyat Timor Leste dalam pemilu, Senin 20 Maret. Sejak merdeka, rasanya baru sedikit yang diketahui orang lain1 min


77
35 shares, 77 poin
Legenda Terbentuknya Timor Leste, Matinya Seekor Buaya Lalu Jadi Pulau
Bendera Timor Leste (Foto: AFP)

HARIANACEH.co.id – Delapan calon Presiden mulai dipilih oleh rakyat Timor Leste dalam pemilu, Senin 20 Maret. Sejak merdeka, rasanya baru sedikit yang diketahui orang lain tentang negeri belia ini.

Setiap orang Timor Leste hendak berenang di laut, mereka akan memasuki air sambil berkata: “Jangan makan aku buaya, aku saudaramu”. Pulau Timor menurut mitos berasal dari bangkai seekor buaya.

Alkisah, zaman dulu kala. Seekor buaya kecil hidup di rawa-rawa antah-berantah. Dia bermimpi menjadi buaya besar, tapi karena makanan yang langka, dia mulai lemah, hanya jadi sedih dan makin susah.

Advertisements

Dia berenang menuju samudera, buat mencari makanan dan mewujudkan mimpinya. Tapi hari semakin panas sementara dia masih jauh dari tepi pantai. Si buaya kecil — terdampar dan dilanda putus asa — lalu terbaring mati.

Seorang anak kecil kasihan melihat buaya di pantai dan membawanya ke laut. Buaya, langsung hidup kembali, dia bersyukur. “Anak kecil”, katanya, “Kau telah menyelamatkan hidupku. Jika aku harus membantumu dengan cara apapun, boleh panggil aku. Aku akan datang menuruti perintah engkau”

Beberapa tahun kemudian, anak itu memanggil buaya, yang sudah besar dan kuat. “Saudara Buaya”, katanya, “Saya juga punya mimpi. Saya ingin melihat dunia “.

Advertisements

“Naik ke punggungku,” kata buaya, “dan katakan, ke mana kau ingin pergi?”

“Ikuti matahari”, kata anak itu, seperti dikutip Visit East Timor dari Komite Hari Kemerdekaan Timor Timur di etan.org.

Buaya berangkat ke timur, dan mereka berlayar di lautan selama bertahun-tahun, sampai suatu hari buaya mengatakan kepada sang anak, “Saudara, kita telah melakukan perjalanan panjang. Tapi sekarang sudah tiba saatnya bagiku untuk mati. Untuk mengenang kebaikanmu, aku akan mengubah diriku menjadi pulau yang indah, di mana engkau dan anak-anakmu bisa hidup sampai matahari tenggelam di laut.”

Advertisements

Saat buaya meninggal, dia pun tumbuh, dan menjelma kembali menjadi pegunungan dan perbukitan Timor.

Dan pepatah Melayu yang berbunyi: “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang…”, kini sudah boleh ditambah: “Buaya mati meninggalkan pulau”.

Advertisements

Bagikan ke teman anda!

77
35 shares, 77 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
0
Suka
Takjub Takjub
0
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns