HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Taiwan Luncurkan Proyek Kapal Selam Untuk Antisipasi Tiongkok

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen melambaikan tangan dari kapal selam Hai Hu buatan Belanda, 21 Maret 2017. (AFP/SAM YEH)
32

HARIANACEH.co.id – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meluncurkan proyek kapal selam buatan dalam negeri untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman aksi militer dari Tiongkok.

Proyek diluncurkan setelah Tiongkok mengirim kapal induk, Liaoning, melalui Selat Taiwan pada Januari. Itu merupakan salah satu latihan militer Tiongkok yang digelar di tengah memburuknya hubungan dengan Taiwan.

Pekan lalu, Taiwan bertekad meningkatkan kekuatan militer karena menilai adanya peningkatan risiko invasi dari Tiongkok.

Tsai menyebut peluncuran proyek kapal selam sebagai “momen bersejarah” di pangkalan angkatan laut di kota Kaohsiung. Proyek ini merupakan gabungan dari angkatan laut, perusahaan Taiwan CSBS Corporation dan Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan.

Pembuatan kapal selam diperkirakan memakan waktu delapan tahun. Tsai menyebut proyek ini merupakan bagian dari “kebijakan pertahanan dalam negeri.”

“Saya beritahukan kepada Anda semua bahwa Taiwan selalu menghadapi tantangan dengan berani,” tegas Tsai, seperti disitat AFP, Selasa 21 Maret 2017.

Kapal induk Tiongkok, Liaoning. (AFP)
Kapal induk Tiongkok, Liaoning. (AFP)

Angkatan laut Taiwan saat ini mengoperasikan empat kapal selam yang dibeli dari luar negeri. Namun hanya dua yang dapat digunakan jika sewaktu-waktu terjadi perang.

Dua lainnya dibuat Amerika Serikat pada 1940-an, dan hanya digunakan dalam misi latihan karena sudah terlampau tua.

Sebagai bagian dari kunjungannya, Tsai menaiki kapal selam kelas Zwaardis, Hai Hu, yang dibeli dari Belanda. Tsai melihat simulasi penembakan torpedo saat berada di dalam kapal.

Beijing masih melihat Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang dapat diambil sewaktu-waktu. Jika diperlukan, Tiongkok menegaskan akan menggunakan kekuatan militer untuk menarik Taiwan ke wilayahnya.

Selama ini, Taiwan telah menjalankan pemerintahannya sendiri sejak kedua kubu terpisah sejak perang sipil pada 1949.

Hubungan kedua negara memburuk sejak Tsai berkuasa tahun lalu. Ketegangan kiat meningkat karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima ucapan selamat dari Tsai, suatu langkah yang membuat Tiongkok geram.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat