HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Perlindungan Badak

Agar Tetap Terlindungi, Kebun Binatang Ceko Potong Cula Badak

8

HARIANACEH.co.id, PRAHA – Satu kebun binatang Ceko tidak mau mengambil risiko setelah pembinasaan badak di taman satwa liar di dekat Paris oleh para pemburu liar yang mencuri cula hewan, baru-baru ini. Kebun binatang itu sudah memotong cula dari 21 ekor badak sebagai tindakan pencegahan.

Cula badak dianggap obat mujarab di Asia, dari kanker, pilek, dan demam, sampai tekanan darah tinggi, mabuk, impotensi, serta berbagai penyakit lainnya. Para pemburu telah memusnahkan populasi badak di Afrika dan sejumlah tempat lain.

Serangan di Kebun Binatang Thoiry, awal bulan ini, menjadi peringatan bagi penjaga kebun binatang di seluruh dunia: Perburuan bisa menyebar di luar ladang-ladang pembantaian Afrika dan Asia.

Kebun binatang Dvur Kralove Zoo, 110 kilometer timur laut dari Praha, memelihara empat badak putih selatan dan 17 ekor yang hitam, kelompok terbesar dari jenisnya di Eropa. Direktur Premysl Rabas berkata, pada Selasa 21 Maret, tentang keputusan yang sulit buat memotong cula.

“Namun, risikonya terlalu tinggi bahwa badak saat ini terancam bukan hanya di alam liar, tapi bahkan di kebun binatang. Keamanan hewan adalah perhatian utama kami,” katanya, seperti dikutip Bangkok Post dari laporan Associated Press, Rabu 22 Maret 2017.

“Seekor badak tak bercula jelas merupakan pilihan yang lebih baik daripada badak mati,” imbuh Rabas.

Kebun binatang mengatakan, prosedur itu tidak menyakitkan bagi sang hewan dan telah dipakai sebelumnya demi alasan keamanan, terutama ketika badak dipindahkan ke tempat lain.

“Tidak ada jaringan hidup (di cula),” kata Jan Stejskal, direktur komunikasi dan beberapa proyek internasional di Dvur Kralove.

“Ini hanya masalah penampilan, mirip dengan kuku atau rambut. Jika Anda memotongnya, itu seperti memotong rambut atau kuku Anda. Sehingga tidak memiliki dampak pada kehidupan hewan,” sebut Stejskal.

Palmir, badak jantan 10 tahun, menjadi seekor pertama yang kehilangan culanya, pada Senin 20 Maret. Bagian itu akan tumbuh kembali lagi.

“Pamir sudah dibius. Intervensi waktunya kurang dari satu jam dan itu dilakukan tanpa komplikasi,” kata Jiri Hruby, konservator badak.

Cula awalnya akan disimpan di “tempat yang aman” di luar taman.

Kebun binatang Ceko bukan satu-satunya yang mengambil langkah potong cula. Dikatakan, para pakar yang membantu cagar alam Bandia di Senegal melakukan hal yang sama dengan badak mereka, pekan lalu. Kabarnya, Pairi Daiza Zoo di Belgia berencana mengikuti mereka.

loading...