HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Globalisasi dan Isu Pengungsi Bikin Sayap Kanan Eropa Berkembang

6

HARIANACEH.co.id – Pemimpin partai sayap kanan, Marine Le Pen, mendukung agar Prancis keluar dari Uni Eropa. Padahal, Uni Eropa baru saja merayakan 60 tahun disetujuinya Traktat Roma, di mana perjanjian itu menjadi landasan demokrasi Uni Eropa.

Ada pun soal keanggotaan Prancis di Uni Eropa, Le Pen menegaskan dirinya tidak akan menjadi ‘wakil dari Kanselir Jerman’ atau ‘salesman bagi organisasi multinasional (Uni Eropa)’.

Dilansir Reuters, Rabu 22 Maret 2017, pernyataannya ini jelas menunjukkan sikapnya yang mendukung Prancis memisahkan diri dari Uni Eropa.

“Saya ingin menjadi presiden Republik Prancis,” tegas Le Pen yang merupakan satu-satunya perempuan yang bertarung dalam pilpres Prancis 2017.

Soal isu imigran, Le Pen tegas berencana menutup perbatasan negara. “Kita tidak bisa mengandalkan Yunani untuk menangani aliran pengungsi,” tegasnya.

Saat ini, banyak partai sayap kanan yang makin berkembang di negara-negara Eropa. Apa sebenarnya yang memicu perkembangan itu?

“Saya rasa, karena banyaknya faktor globalisasi yang terjadi. Maka, partai sayap kanan yang anggota-anggotanya tidak puas dengan pemerintahan sekarang, mulai bergerak,” kata Kepala Pusat Pendidikan Eropa Universitas Indonesia, Henny Saptatia Drajati Nugrahani di Instituto Italiano di Cultura, Jakarta, kemarin.

Ia berpendapat, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah krisis pengungsi. Kebanyakan partai sayap kanan memang tidak menginginkan adanya pengungsi masuk ke negaranya, misalnya Jerman.

Padahal, Kanselir Jerman Angela Merkel habis-habisan mencanangkan kebijakan, di mana Berlin membuka pintu gerbang selebar-lebarnya untuk para pengungsi dari Timur Tengah.

loading...