HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kapal Feri Sewol Akan Diangkat Korea Selatan dari Laut

7

HARIANACEH.co.id, SEOUL – Korea Selatan akan mencoba mengangkat kapal feri Sewol dari dasar laut, Rabu 22 Maret 2017. Percobaan dilakukan hampir tiga tahun setelah Sewol tenggelam dan menewaskan 304 orang.

Mayoritas korban tewas dalam tragedi tersebut adalah anak-anak usia sekolah. Orangtua korban berharap Sewol dapat benar-benar diangkat.

Sewol berada lebih dari 40 meter di bawah laut di lepas pantai pulau Jindo. Percobaan pengangkatan, yang dijadwalkan tahun lalu, beberapa kali ditunda karena kondisi cuaca buruk.

Otoritas lokal menduga masih ada sembilan jasad yang terperangkap di dalam Sewol. Mengangkat Sewol adalah permintaan utama dari keluarga para korban.

“Saya seorang ibu yang sangat merindukan anaknya. Mari berdoa untuk kami agar kami bisa pulang bersama Eun-hwa,” ucap Lee Keum-hui, menyebutkan nama anaknya.

“Kami akan sangat berterima kasih jika kalian semua berdoa bersama kami, agar jasad korban tersisa bisa pulang ke keluarga masing-masing,” sambung dia, seperti dikutip AFP.

Lee dan beberapa orangtua korban lainnya tinggal di permukiman sementara di Paengmok, sebuah pelabuhan terdekat dengan tempat Sewol berada, sejak kejadian pada April 2014.

Kesalahan Manusia

Huh Heung-hwan, ayah dari seorang korban yang masih dinyatakan hilang, menaiki sebuah kapal menuju tempat Sewol berada. “Kami akan pergi ke laut sekarang, dan kami mungkin akan berada di sana selama berjam-jam atau berhari-hari,” kata dia.

Upaya pengangkatan Sewol melibatkan dua kapal besar dan satu kapal selam. Operasi pengangkatan dipimpin sebuah konsorsium Tiongkok.

Kementerian Maritim Korsel mengatakan persiapan uji coba pengangkatan akan dimulai Rabu pagi. Jika semua lancar, dan kondisi cuaca mendukung, pengangkatan Sewol seberat 6.825 ton itu diperkirakan memakan waktu tiga hari

Investigasi tragedi Sewol menyimpulkan bahwa sebagian besar terjadi karena kesalahan manusia — desain ilegal, kelebihan muatan kargo, kru yang tidak berpengalaman dan hubungan yang dipertanyakan antara operator kapal dengan regulator lokal.

Kepemimpinan Park Geun-hye ketika itu juga dipertanyakan. Saat Sewol tenggelam, Park tidak bisa dihubungi selama tujuh jam.

Kapten kapal Sewol, Lee Jun-seok, dihukum penjara seumur hidup atas “pembunuhan atas kelalaian yang disengaja.” Belasan kru lainnya juga dipenjara antara dua hingga 12 tahun.

loading...