HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kolaborasi Strategis Akan Ditingkatkan Arab Saudi dan Tiongkok

5

HARIANACEH.co.id, BEIJING – Sebuah perjanjian kerja sama antara perusahaan Arab Saudi dan salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok menunjukkan adanya komitmen untuk meningkatkan kolaborasi strategis. Adapun kerja sama ini diharapkan bisa memberikan keuntungan di masa-masa yang akan datang.

Saudi Basic Industries Corporation (SABIC), sebuah perusahaan manufaktur yang berkutat di bidang kimia dan semacamnya, telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Tiongkok milik Sinopec Group terkait proyek patungan dan berpotensi meningkatkan investasi dalam bentuk usaha patungan di masa mendatang.

“Saya pikir itu tidak benar-benar mewakili sesuatu hal (dalam bagaimana bisnis Saudi mendekati Tiongkok), tetapi membawa ke tingkat berikutnya kolaborasi strategis antara Arab Saudi dan Tiongkok dan secara khusus bagi SABIC dan Sinopec,” kata CEO SABIC Yousef Abdullah Al-Benyan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 22 Maret 2017.

Ia menjelaskan, salah satu komponen dan kunci kesepakatan tersebut adalah keinginan untuk memperluas kolaborasi teknologi dan inovatif antara dua perusahaan. Benyan menyebut ada sebuah dimensi yang sangat penting karena keinginan politisi Tiongkok untuk bergerak dari produksi produk rendah ke pertengahan dan tertinggi melalui inovasi teknologi.

“Saya pikir kami ingin menangkap bahwa untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ini di Tiongkok. Dan pada saat yang sama, Sinopec juga menemukan SABIC adalah pintu gerbang yang sangat baik untuk pergi ke Kerajaan Arab Saudi dalam hal investasi dan kesempatan,” ungkapnya.

Benyan menambahkan, sekarang adalah saat yang tepat bagi perusahaan Tiongkok untuk melihat investasi di Arab Saudi karena ada rencana pemerintah terkait ‘Saudi Visi 2030’ diversifikasi ekonomi. Tentu hal semacam ini diharapkan bisa memberikan manfaat dan secara umum berdampak positif bagi ekonomi dunia.

“Mereka sudah sangat jelas bahwa mereka ingin meningkatkan lingkungan bisnis di Arab Saudi. Mereka ingin membuka bisnis yang serius dan mereka mengubah peraturan mereka. Mereka membawa program lebih insentif dan mereka ingin lebih kuat pada pemerintahan dan transparansi,” pungkasnya.

loading...