HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mendagri Prancis Mundur dari Jabatan Setelah Dua Putrinya Terjerat Kasus

5

HARIANACEH.co.id – Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Le Roux mengundurkan diri, Selasa 21 Maret.

Keputusan muncul beberapa jam setelah jaksa membuka penyelidikan atas sebuah laporan bahwa Mendagri memperkerjakan dua putrinya untuk serangkaian pekerjaan singkat di parlemen. Pekerjaan tersebut dimulai ketika mereka berusia 15 dan 16.

Presiden Francois Hollande telah menerima pengunduran diri Le Roux sesudah bertemu dengan Perdana Menteri Bernard Cazeneuve di Istana Elysee. Dia menunjuk menteri perdagangan dan pariwisata, Matthias Fekl, sebagai Mendagri baru.

Kejaksaan finansial nasional Prancis membuka penyelidikan awal setelah stasiun televisi TMC melaporkan, Senin 20 Maret malam, bahwa Le Roux memanfaatkan kedua putrinya sebagai asisten parlemen yang digaji total 55 ribu Euro (USD59 ribu) dalam 24 kontrak singkat.

Pihak kejaksaan mengungkapkan, penyelidikan awal ke dalam fakta-fakta yang diungkapkan dalam program TV ini dipimpin lembaga kepolisian Prancis yang bertugas memberantas korupsi serta penyelewengan keuangan dan pajak.

Walau di Perancis membolehkan para politikusnya untuk mempekerjakan anggota keluarga, laporan TMC menunjukkan anak-anak perempuan Le Roux tidak melakukan semua pekerjaan yang diberikan. Selama beberapa kontrak mereka sebagai pembantu parlemen, salah satu anak perempuan sedang magang di Belgia, sementara yang lain belajar di kelas intensif.

Skandal Francois Fillon

Kedua putri Le Roux, sekarang 23 dan 20 tahun, diduga mulai bekerja sebagai pembantu parlemen untuk ayah mereka dalam kontrak liburan pendek ketika mereka berusia 15 dan 16, selagi Le Roux menjadi anggota parlemen di Majelis Nasional Prancis.

“Kontrak-kontrak singkat dan resmi, menurut aturan hukum dari Majelis Nasional, semua sesuai, tentu saja, untuk pekerjaan yang benar-benar dilakukan,” kata Le Roux, anggota Partai Sosialis. Ia mengumumkan pengunduran dirinya dari Bobigny, daerah pinggiran kota di luar Paris, seperti dikutip Time, Selasa 21 Maret 2017.

Sebuah skandal yang mirip, soal mempekerjakan anggota keluarga, telah menggembosi calon presiden konservatif, Francois Fillon. Fillon dituntut awal pekan lalu karena diduga memakai uang pembayar pajak demi membayar anggota keluarganya — istri dan dua anak — untuk pekerjaan yang kemungkinan tidak pernah ada.

Para politisi sayap kiri langsung mendesak Le Roux mundur setelah penyelidikan awal diluncurkan, sementara Fillon memutuskan tetap berkampanye meski ia sudah dikenai tuduhan serius, termasuk penyalahgunaan dana publik, menerima uang dari penyelewengan dana publik dan aset perusahaan. Fillon awalnya berjanji untuk mundur sebagai calon presiden jika ia dituntut, tapi berubah pikiran. Le Roux belum dituntut sejauh ini.

Sambil bersikeras dirinya taat hukum, Le Roux katakan ia mundur karena tidak ingin kontroversi terbaru “melemahkan kinerja pemerintah.”

Francois Fillon. (AFP)
Francois Fillon. (AFP)
loading...