HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Nilai Tukar Rupiah di Perdagangan Pagi Melemah Tipis ke Rp13.329/USD

6

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi terpantau melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di Rp13.319 per USD. Hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak stabil.

Mengutip Bloomberg, Rabu 22 Maret 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka di posisi Rp13.329 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.329 per USD hingga Rp13.352 per USD dengan year to date return di minus 1,14 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.344 per USD.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap USD masih stabil tetapi penguatannya mulai terhalangi harga minyak mentah yang tak kunjung naik. Di sisi lain, sebagian kurs di Asia juga mulai mengalami pelemahan terhadap USD di perdagangan Selasa.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, nilai tukar rupiah mulai bergerak stabil namun sayangnya prospek minyak buruk. Sentimen positif masih menyelimuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Surat Utang Negara (SUN) masih didorong harapan kenaikan peringkat utang dari S&P.

Ilustrasi Uang Rupiah.  (MTVN/ Eko Nordiansyah)
Ilustrasi Uang Rupiah. (MTVN/ Eko Nordiansyah)

“Tetapi semakin lemahnya dolar index serta penguatan UST bisa kembali mendorong penguatan rupiah walaupun sentimen negatif dari pelemahan S&P 500 bisa picu koreksi IHSG,” kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Sementara itu, kredibilitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terpuruk dan USD semakin terkoreksi. Dolar index terpuruk bersamaan dengan anjloknya S&P 500 serta turunnya imbal hasil US Treasury. Di tengah koreksi peluang the Fed yang agresif menaikkan FFR target maka kredibilitas Trump semakin terpuruk.

Sedangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Healthcare yang terancam ditolak memberikan tanda bahwa janji reformasi pajak dan belanja infrastruktur juga bisa menemui kendala. Hal itu bisa menekan prospek pertumbuhan AS sehingga menambah tekanan terhadap ekspektasi inflasi begitupun peluang kenaikan FFR target lanjutan.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time