HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Survei: Aksi Bunuh Diri Jadi Pertimbangan Serius Tersendiri di Jepang

10

HARIANACEH.co.id, TOKYO – Sekitar satu dari empat orang Jepang serius mempertimbangkan bunuh diri, dengan wanita sedikit lebih rentan berpikir demikian dibanding pria.

Dalam sebuah survei terbaru Kementerian Kesehatan Jepang, Selasa 21 Maret 2017, 23,6 persen responden serius mempertimbangkan bunuh diri. Jumlah ini naik 0,2 persen dari survei sebelumnya pada 2012.

Rasio berada di angka 25,6 persen untuk wanita, dan 21,4 persen pria.

Masih dalam survei tersebut, seperti dikutip Japantimes, warga Jepang berumur 50-an tahun lebih rentan berpikir bunuh diri dibanding kelas usia lain di angka 30,1 persen. Di rentang usia 30-an di angka 28,7, 40-an 24,3, 20-an 23, 60-an 20,2 dan 70-an ke atas 19,1 persen.

Di antara responden, 18,9 persen mengaku pernah mempertimbangkan bunuh diri tahun lalu.

Saat ditanya bagaimana mereka mengurungkan niat bunuh diri, 36,7 persen mengaku mengalihkan perhatian ke hobi atau pekerjaan, sedangkan 32,1 persen lainnya berusaha lebih mendekatkan diri kepada anggota keluarga, teman atau rekan kerja.

Dalam survei terbaru, responden juga ditanya mengenai langkah pencegahan bunuh diri. Sekitar 6,9 persen responden mengetahui adanya layanan telepon pencegahan bunuh diri, dan 5 persen mengaku menyadari adanya kampanye nasional terkait pencegahan bunuh diri.

Karena kesadaran publik Jepang atas langkah pencegahan bunuh diri masih rendah, kabinet berencana menciptakan suatu kebijakan baru pada musim panas tahun ini.

“Kami akan mempromosikan notifikasi jasa konsultasi dan pengembangan langkah-langkah penanganan kesehatan mental di lingkungan kerja,” ucap seorang pejabat Kemenkes Jepang.

Survei terbaru dilakukan Oktober tahun lalu terhadap 3.000 orang usia 20 ke atas, dengan respons valid di angka 2.019.

Menurut data terpisah dari Agensi Kepolisian Nasional Jepang, total angka bunuh diri pada 2016 mencapai 21.764.

Seorang warga Jepang bernama Inao Jiro ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Perumahan River Park Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa petang 21 Maret 2017.

Pria 48 tahun itu adalah salah satu manajer dari idol group JKT48. Motif bunuh diri belum diketahui.

Ternyata Warga Jepang yang Gantung Diri adalah Manajer JKT 48

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time