HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Untuk Kalahkan ISIS, Amerika Serikat Konsolidasi Pertemuan Koalisi

8

HARIANACEH.co.id, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson menjadi tuan rumah pertemuan penuh menteri-menteri luar negeri dan pejabat-pejabat senior dari 68 negara dan organisasi internasional dalam koalisi pimpinan Amerika untuk memerangi ISIS, yang pertama sejak tahun 2014.

“Tujuan pertemuan Rabu 22 Maret itu adalah meningkatkan upaya-upaya internasional untuk mengalahkan ISIS di daerah yang masih dikuasainya di Irak dan Suriah, dan memaksimalkan tekanan terhadap cabang-cabang, afiliasi dan jaringannya,” ujar pihak Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip VOA Indonesia, Rabu 22 Maret 2017.

Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner, Perang melawan ISIS, dan upaya menstabilkan wilayah di Irak dan Suriah, akan menjadi fokus konferensi besar pertama di mana Menteri Luar Negeri Amerika yang baru, Rex Tillerson. Koalisi itu sudah membuat kemajuan besar. tetapi masih banyak tugas yang harus dilakukan.

“Pertama-tama, ini adalah kesempatan bagi pemerintahan baru untuk mengevaluasi posisi kita sekarang ini dan apa yang ingin kita lakukan ke depan. Saya tidak ingin mendului menteri, tetapi menurut saya, ia akan memberi ide-ide, pendekatan dan cara baru dalam mengalahkan ISIS,” imbuh Toner.

Sementara Michael O’Hanlon, pengamat pada Brookings Institution, melihat sesi strategi akan menjadi kesempatan bagi Tillerson untuk bertemu langsung dengan sekutu-sekutu Amerika.

“Jika ada ide-ide kebijakan baru memang lebih baik, tetapi itu bahkan tidak perlu, tidak wajib dalam pertemuan pertama karena orang juga perlu saling mengenal dan tentu saja Rex Tillerson, Donald Trump, bukanlah orang yang dikenal dalam komunitas kebijakan luar negeri atau keamanan nasional yang lebih luas, jelas tidak pada tataran pribadi,” ulasnya.

Menurut O’Hanlon, akan banyak masalah pelik yang perlu dibahas mitra koalisi.

Presiden Trump mengecam Presiden Barack Obama atas apa yang disebutnya peperangan yang lemah melawan militan ISIS, sehingga analis ingin mengetahui apakah pemerintahan baru akan memetakan arah baru. Sementara pusat pertempuran diperkirakan bergeser ke Raqqa, yang dinyatakan ISIS sebagai ibu kotanya.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time