HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Demo Kajati Aceh, Mahasiswa Gayo Minta Bupati Gayo Lues Diadili

Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Raya (GAPURA) Gayo lakukan demontrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh (Kajati) terkait Korupsi APBD Aceh Tenggara tahun 2004-2006. (HAI/M Jais Rambong)
61

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Raya (GAPURA) Gayo lakukan demontrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh (Kajati) untuk mendesak menindak dan mengadili Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim yang juga mantan Kepala Bagian Keuangan (Kabag) Pemkab Aceh Tenggara periode 2004-2006 dalam dalam tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Aceh Tenggara periode 2004-2006.

Amatan HARIANACEH.co.id, mahasiwa yang berdemontrasi di depan pintu masuk Kejati Aceh lakukan yel-yel sembari meminta kepada ke Kejati agar pejabat yang terlibat dalam tindak pidana korupsi APBD Aceh Tenggara di usut tuntas.

Koordinato Aksi Lapangan (Korlap), Hasimi Al Rasidi kepada wartawan mengatakan Kejati Aceh harus menindak dan mengadili mantan pejabat Aceh Tenggara yang terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi APBD Aceh Tenggara periode 2004-2006.

Pejabat yang dimaksud, kata Hashimi, adalah Bupati Gayo Luies sekarang (2014-2017), Ibnu Hasim yang juga mantan Kepala Bagian Keuangan Pemkab Aceh Tenggara periode 2004-2006. “Kita mempertanyakan kebijakan Kajati Aceh yang hingga kini belum mengusut tuntas kasus tersebut. Mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky sudah di vonis pengadilan tindak pidana korupsi (TIPIKOR) empat tahun penjara dan didenda 300 juta dan juga Martin Deski juga ikut di vonis, kenapa Ibnu Hasim belum,” kata Hasimi kepada wartawan, Kamis 23 Maret 2017.

Hasimi menjelaskan, dalam persidangan dengan terdakwa Armen Desky, Ibnu Hasim dan Martin Desky diperiksa sebagai saksi. Namun kenapa yang dihukum cuma Armen Desky dan Martin Deski saja. “Kami minta pihak-pihak yang disebut dalam putusan pengadilan Tipikor di adili, masak cuma Armen Desky dan Martin Desky saja yang di hukum, Ibnu Hasim kan juga terlibat, ini benar-benar tidak adil” ujarnya.

Ibnu Hasim, lanjutnya, yang kini menjabat Bupati Gayo Lues serta Martin Desky pejabat di Provinsi Aceh dalam putusan pengadilan Tipikor kasus korupsi APBD Aceh Tenggara tahun 2004-2006, No perkara 19/pid.B/TPK/2009/PN JKT-PST tanggal 9 Desember 2009 secara jelas disebutkan ikut serta terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Dalam putusan majelis, menurut Hasimi, majelis menyatakan dan menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan hukum sebagaimana telah disebutkan di atas, majelis berpendapat terdakwa tidak sendiri dalam menwujudkan perbuatan melawan hukum aquo, melainkan bersama-sama dengan Martin Desky, Kabag Keuangan dan beserta jajarannya.

“Kenapa Armen Desky dan Martin Desky saja yang di penjara, padahal kan dilakukan bersama-sama dengan Ibnu Hasyim beserta jajarannya, hal ini menjadi tanda tanya dimasyarakat, ada apa antara mereka dengan Kejati Aceh?,” tanya Hasimi.

Hasimi melanjutkan, Martin Desky ketika itu menjabat Sekda Aceh Tenggara dan juga Ketua Tim Penyusunan APBD serta pengguna anggaran, teridentifikasi dengan bukti nyata menerima 1,8 miliar dan digunakan untuk kepentingan pribadi dan dana itu kemudian di kembalikan kepada KPK dan di tahan.

“Namun, beda halnya dengan Ibnu Hasyim yang kala itu menjabat Kabag Keuangan Pemda Aceh Tenggara teridentifikasi dengan bukti menerima uang 1,3 miliar. Ketika di konfirmasikan dana tersebut digunakan untuk keperluat pribadi dan kemudian dikembalikan kepada KPK, itu merupakan tindak korupsi, namun kenapa tidak di tahan,” cetusnya.

Ia juga menambahkan, tidak ada alasan bagi Kejati Aceh untuk tidak menindaklanjuti putusan pengadilan Tipikor tersebut. “Itu adalah perintah hukum, harus ditaati. Jangan sampai Kejati melakukan tebang pilih dengan hanya menghukum satu orang saja, padahal pelakunya banyak. Ini tidak adali. Bila Kejati Aceh tidak menindak lanjuti putusan ini. sebaiknya Kejati mundur saja, “pintanya.

Setelah menemui Kasih Penkum dan Humas, Amir Hamzah, SH, Hasimi menjelaskan, Humas kjati mengatakan, dalam kasus ini Kajati Aceh masih bekerja mencari bukit. “Kejati Aceh masih bekerja mencari bukti dalam kasus ini dan kata Pak Amir sudah 10 tahun lebih mencari bukti dan belum ditetapkan karena lagi mencari pasal-pasal untuk menjeratnya,” jelasnya.

Secara hukum, lanjut Hasimi, Kajati Aceh mengatakan secara hukum Ibnu Hasim sudah terlibat. “Secara huukum, Ibnu Hasim sudah terlibat,” kata Hasimi sambil meniru apa yang diucapkan Amir Hamzah.

Terakhir, mahasiswa menuntut agar Ibnu Hasimi di adili. “Tangkap dan adili Ibnu Hasim, enak amat jadi koruptor, uang kembali pidana diabaikan,” teriak demontrasi Mahasiswa Gerakan Pemuda Raya (GAPURA) Gayo itu.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat