HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Remaja Israel Ini Ditangkap Karena Sering Lontarkan Ancaman Bom

5

HARIANACEH.co.id, TEL AVIV – Seorang remaja laki-laki Yahudi ditangkap di Israel karena dicurigai membuat ancaman serangan bom di beberapa organisasi Yahudi dan sebuah maskapai penerbangan milik Amerika Serikat (AS).

Remaja berusia 19 tahun ini diketahui tinggal di Israel, tepatnya di Ashkelon. Namun, ia memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu AS dan Israel. Ia ditangkap atas permintaan FBI.

Dilansir Guardian, Jumat 24 Maret 2017, penangkapan itu terjadi setelah penyelidikan dan penyamaran polisi selama berbulan-bulan. Polisi menyita sejumlah komputer dan peralatan lainnya dalam penangkapan ini.

“Dia tidak menggunakan saluran telepon biasa, melainkan sistem komputer yang berbeda. Ia pernah membuat ancaman di Australia dan Selandia Baru. Untuk motif perbuatannya, masih kami selidiki,” ucap juru bicara polisi Israel, Micky Rosenfeld.

Ancaman remaja ini sering melanda pusat-pusat komunitas Yahudi. Ia juga menggunakan sejumlah teknologi canggih agar nomor teleponnya tidak bisa dideteksi di rumah, tempat ibadah dan tempat umum lainnya.

Meskipun remaja ini berusaha menyembunyikan nomor teleponnya saat beraksi, ternyata penyidik di Australia dan Selandia baru mampu mengidentifikasi alamat IP dan komputer yang digunakan di Israel.

Selama diselidiki, peralatan yang digunakan termasuk antena berukuran besar dan sebuah alat untuk mengubah suara saat menelepon ke luar.

Sementara itu, pengacara remaja tersebut berdalih bahwa kliennya sedang menderita kondisi mental yang sangat serius, sehingga hal itu memengaruhi perilakunya.

Seorang pejabat polisi Israel mengatakan, beberapa cara yang berbeda digunakan untuk menyamarkan berbagai lapisan mekanisme komunikasi untuk membuat panggilan.

Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan pun berharap, penyelidikan ini akan membantu menjelaskan beberapa ancaman baru terhadap lembaga Yahudi yang telah menyebabkan keprihatinan besar di kalangan komunitas dan pemerintah Israel.

loading...