HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Teror di London

Tetangga Mengenal Pelaku Aksi Teror di London sebagai “Vampir”

12

HARIANACEH.co.id, LONDON – Pelaku aksi teror di London, Khalid Masood, dijuluki “Vampir” oleh penduduk setempat karena aktivitas malamnya.

Polisi Metropolitan Inggris mengatakan pria 52 tahun itu lahir di Kent, tetapi baru-baru ini tinggal di Birmingham.

Seperti dilaporkan BBC News, Masood disebut sering pergi keluar malam hari dengan memakai pakaian serba hitam. Apa yang dikerjakannya tidak diketahui dengan jelas.

Masood, ditembak polisi pada Rabu 22 Maret sore setelah menikam seorang aparat bersenjata di luar Gedung Parlemen. Sebelum menusuk polisi, Masood terlebih dahulu menabrakkan mobil ke para pejalan kaki di Jembatan Westminster.

Ia memiliki beberapa catatan kriminal dalam kasus penyerangan dan kepemilikan senjata, termasuk kepemilikan pisau.

Tapi mualaf itu tidak pernah dihukum atas kasus teror. Masood juga bukan subyek penyelidikan terorisme.

Ayah tiga anak itu pernah terancam dihukum 20 tahun penjara, tapi bukan dalam kasus terorisme.

Lima orang tewas — termasuk Masood — dan sedikitnya 29 lainnya luka-luka dalam serangan brutal di London. Beberapa dari korban menderita cedera parah.

Kemarin malam, wartawan keamanan BBC Frank Gardner menyebut Masood sebagai “karakter aneh.” Ia meyakini Masood tidak bertindak sendiri.

Pejalan kaki ditabrak mobil pelaku di Jembatan Westminster. (AFP)
Pejalan kaki ditabrak mobil pelaku di Jembatan Westminster. (AFP)

Klaim ISIS

Berbicara kepada BBC News, Gardner mengatakan penduduk setempat menyebut Masood sebagai “Vampir” karena dia biasanya pergi keluar pada malam hari dan mengenakan pakaian hitam.

Para penyidik bekerja atas dasar Masood bertindak sendirian dalam serangan.

Mark Rowley, pejabat wakil komisaris, berkata; “Ratusan detektif telah bekerja sepanjang malam dan sepanjang waktu itu saya bisa mengkonfirmasikan kita telah mencari enam alamat — dan melakukan tujuh penangkapan. Penyelidikan di Birmingham, London, dan beberapa bagian lain dari negara terus berlanjut.”

“Untuk menjadi eksplisit — di tahap ini, kami tidak memiliki informasi spesifik tentang ancaman lebih jauh kepada publik,” ucapnya.

Kelompok teror ISIS sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, mengatakan orang yang membunuh dua pejalan kaki dan polisi adalah “prajurit Islamic State”. Namun, belum ada bukti yang kuat muncul menunjukkan hubungan apapun antara Masood dan ISIS.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan, Masood diselidiki sebelumnya oleh dinas keamanan Inggris untuk urusan ekstremisme. Dia yakin Masood bertindak sendirian.

loading...