HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tugu Memorial Rumoh Geudong Pidie di Bangun

5

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Tugu in memorialisasi sejarah pembantaian rakyat Pidie pada masa konflik Aceh di bangun. Bertempat di gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, peletakan batu pertama pembangunan tugu dilakukan oleh Tgk Abdul Aziz, Kamis 23 Maret 2017.

Pembangunan tugu ‘Memorialisasi Rumoh Geudong’ yang diprakarsai oleh Yayasan PASKA Aceh, bekerja sama dengan Mukim Aron, Ajar (Asia Justice and Rights) dan KonTras Aceh bertepatan memperingati Hari Hak atas Kebenaran dan Martabat Korban Pelanggaran HAM, juga masyarakat dan korban konflik menggelar doa bersama mengenang Rumoh Geudong Pidie.

Peringatan hari hak atas kebenaran yang dihadiri tokoh masyarakat , para korban Rumoh Geudong, KKR Aceh, Jara Aceh , BEM UIN , Fisip UIN Ar-Raniry , BEM Al-hilal, BEM Unigha, LSM Flower Aceh, JMN Aceh dan Komunitas ADOE, juga ditampilkan pameran foto dan pemutaran video yang di beri tajuk “Taloe Keunangan”.

Ketua LSM Jara, Iskandar Ar Rahman kepada HARIANACEH.co.idusai menghadiri acara tersebut mengatakan agar Gubernur Aceh dan Bupati Pidie untuk membuat kembali tugu Rumoh Geudong sebagai sejarah in memorialisasi pembantaian rakyat Pidie. “Tragedi Rumoh Geudong wajib di kenang serta kepada gubernur Aceh agar membeli tanah pembangunan Rumoh Geudong dari pihak ahli waris untuk dijadikan museum,” ujarnya.

Iskandar juga menambahkan, bukan hanya di Pidie, tempat bersejarah pada masa konflik lainnya seperti Simpang KKA , Beutong Ateuh, pembantaian Tgk Bantakiah, Tugu Arakeundoe di Idi, Kubu Kampung Janda di kawasan Pidie Jaya juga mesti dikenang. “Pemerintah Aceh agar lebih peka dan peduli kepada para korban pembantaian pada masa konflik yang ada di Aceh,” pungkasnya.

Seperti diketahui Rumoh Geudong di Gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, merupakan bagian dari sejarah kelam Aceh. Tempat ini telah menjadi saksi bisu atas berbagai peristiwa kekerasan dan penyiksaan yang dialami masyarakat Aceh, di masa konflik dulu.

Rumah bersejarah tersebut kini tidak ada lagi, setelah dibakar massa tak lama setelah status Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh dicabut pada akhir tahun 1998.

loading...