HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemerintah Amerika Serikat Beri Suaka Kepada Blogger Remaja Asal Singapura Ini

13

HARIANACEH.co.id, CHICAGO – Blogger remaja asal Singapura, Amos Yee, yang dipenjara dua kali di tanah airnya lantaran memposting kritik politik dan agama secara daring, sudah diberi suaka di Amerika Serikat (AS).

Yee, 18, ditahan di AS sejak tiba di bandara O’Hare Chicago, pada Desember.

Dia datang ke negara itu dengan visa turis. Tetapi mengaku kepada para pejabat imigrasi ia mencari perlindungan.

Menyusul keputusan Jumat, Yee diperkirakan akan segera dibebaskan.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS menentang permohonan suaka Yee. Namun hakim imigrasi memutuskan untuk mendukung permintaan remaja tersebut.

Hakim Samuel Cole merilis keputusan setebal 13 halaman, yang menyebutkan, Yee terancam penganiayaan di Singapura karena pendapat politiknya.

“Yee telah memikul bebannya menunjukkan bahwa terakhir dia menderita penganiayaan karena pandangan politik dan diliputi ketakutan akan menerima kekerasan nantinya di Singapura,” Hakim Coel memutuskan.

“Dengan demikian, pengadilan ini menjamin aplikasi suakanya,” cetusnya sambil mengetuk palu, seperti dikutip BBC, Sabtu 25 Maret 2017.

Pengacara Yee, Sandra Grossman, berkata, kliennya bisa dirilis di awal Senin 27 Maret.

Dalam pernyataannya, Grossman memuji keputusan hakim dan berkata, “Hak untuk kebebasan berbicara adalah suci, bahkan ketika suara tersebut dianggap ofensif.”

Pada September 2016, remaja itu dikenai hukuman penjara enam pekan di Singapura setelah dinyatakan bersalah “melukai rasa keagamaan”.

Dia telah memposting video kritis soal Kristen dan Islam.

Dia juga dipenjara oleh pengadilan Singapura selama empat pekan pada 2015, karena mengkritik Kristen dan untuk postingan video tentang mantan Perdana Menteri negara itu, Lee Kuan Yew.

Video, diposting di YouTube setelah kematiannya, membandingkan sang bapak pendiri yang amat dihormati Singapura dengan Yesus Kristus.

Kemudian, ia membukukan kartun kasar menggambarkan Lee Kuan Yew dan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, yang merupakan salah satu sekutunya.

Postingannya memprovokasi berbagai pengaduan ke polisi, dan Yee dilaporkan telah mendapat ancaman kekerasan.

loading...