HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pihak Kepolisian Inggris Akhirnya Merilis Foto Pelaku Penyerang Westminster

Teror di Inggris

7

HARIANACEH.co.id, LONDON — Polisi Inggris mengatakan, Jumat 24 Maret, bahwa mereka telah melakukan penangkapan “signifikan” dalam serangan teror yang terinspirasi jihad ke parlemen. Mereka pun merilis gambar pertama dari sang pembunuh di lokasi kejadian yang menyebabkan empat orang tewas.

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan teroris, ditembak mati oleh polisi, pada Rabu 22 Maret, setelah mengamuk di Westminster.

Dua tersangka lainnya ditahan menyusul perburuan ke 21 lokasi, sebagian besar di sekitar London, pusat kota Birmingham, dan di kota barat laut Manchester.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bahwa serangan teror paling mematikan di Inggris dalam 12 tahun telah dilakukan oleh salah seorang “prajurit”. Ia beraksi menyambut seruan agar menargetkan negara-negara dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang melawan ISIS.

Polisi mengatakan, tidak ada ancaman lebih lanjut, tapi komandan polisi anti-teror Mark Rowley berkata, mereka mencoba memastikan apakah Masood bertindak sendirian “atau kalau ada orang lain telah mendorong, mendukung, atau membimbingnya”.

Dirilis oleh polisi, foto gaya-paspor milik Masood, yang juga memakai nama samaran Adrian Elms dan Adrian Russell Ajao di antara banyak alias lainnya, menunjukkan seorang pria ras campuran dengan kepala dicukur dan berjanggut.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan, ia dikenal intelijen sebagai tokoh “yang dikesampingkan” beberapa tahun lalu. Tapi tidak ada peringatan soal rencananya hendak melakukan serangan.

Setidaknya 50 orang asal 12 negara berbeda menderita cedera ketika Masood menabrakkan mobil sewaan ke arah kerumunan pejalan kaki di sepanjang trotoar Westminster Bridge, sebelum menghantamkan kendaraannya ke pagar di luar parlemen.

Polisi Inggris. (AFP)
Polisi Inggris. (AFP)

Tiga orang di jembatan meninggal setelah ditabrak mobil yang melaju kencang. Lantas seketika penyerang melompat keluar dari kendaraan. Dengan fatal, dia tikam seorang polisi di dalam halaman gerbang Gedung Parlemen sebelum pelaku ditembak mati.

Rowley menggambarkan penangkapan semalam atas dua pria berusia 27 dan 35 di Birmingham dan Manchester sebagai “signifikan”.

Banyak Nama Samaran

Korban tewas bertambah, Kamis 23 Maret malam, setelah alat bantu kehidupan dicabut dari seorang pria 75 tahun yang terluka karena serangan itu. Korban diketahui polisi bernama Leslie Rhodes asal London selatan.

Para korban lainnya adalah polisi 48 tahun Keith Palmer. Dan, yang tewas di jembatan, warga Inggris Aysha Frade 43 tahun, sedang dalam perjalanan menjemput dua putrinya, dan seorang berkebangsaan Amerika berusia 50-an, Kurt Cochran.

Lahir dari keluarga kelas menengah di Kent di sebelah tenggara Inggris, Masood digambarkan oleh teman sekolahnya sebagai, “senang bergembira” mahasiswa populer yang unggul secara akademis dan di bidang olahraga.

Mereka katakan kepada Daily Mail bahwa dia kemudian mulai minum dan kecanduan narkoba lalu terjerumus ke perilaku kriminal, dikenai hukuman atas penyerangan dan kepemilikan senjata ofensif antara 1983 hingga 2003.

Sebuah laporan muncul kembali pada November 2000, menunjukkan ia dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena menyayat wajah seorang pemilik kafe di sebuah desa selatan Inggris di mana dia tinggal bersama keluarganya.

Lokasi Terjadinya penyerangan di London. (AFP)
Lokasi Terjadinya penyerangan di London. (AFP)

Menurut tabloid The Sun, ia menikahi seorang wanita Muslim pada 2004. Setahun berikutnya pindah ke Arab Saudi buat mengajar Bahasa Inggris, kembali ke Inggris pada 2009. Namun para pejabat tidak bisa mengkonfirmasi bagian ini.

Kedutaan Saudi di London, Jumat, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Masood tidak terlacak dalam layanan keamanan mereka “dan tidak memiliki catatan kriminal di Kerajaan Arab Saudi.”

Kepala polisi Rowley berkata, polisi “melihat sejarahnya” dan mengimbau masyarakat agar memberi informasi tentang dia.

“Penyelidikan kami berfokus pada pemahaman soal motivasinya, persiapannya, dan rekan-rekannya,” katanya, seperti disitir AFP, Sabtu 25 Maret 2017.

Sebanyak 11 orang telah ditangkap atas serangan itu, usia mereka berkisar 21-58 tahun, semuanya dikenai tuduhan mempersiapkan serangan teroris.

Ada empat wanita, semua telah dibebaskan, satu dengan jaminan, sementara lima dari para pria itu juga sudah dibebaskan, menurut polisi.

Masa Tenang

Jajaran pemimpin agama, termasuk Uskup Agung Canterbury Justin Welby, rabbi kepala, dan imam masjid pusat kota London, pada Jumat, berkumpul di dekat lokasi serangan untuk mendoakan para korban.

“Bersama berdiri di sini, kami mewakili tiga komunitas agama Ibrahim, semua sama-sama berkomitmen untuk masa depan yang damai,” kata Welby setelah memanggil keheningan satu menit di luar Westminster Abbey.

Anggota parlemen kembali bekerja seperti biasa, pada Kamis pagi, bahkan saat petugas forensik bekerja di tempat kejadian, tapi sebuah telaah keamanan sekarang berlangsung di parlemen.

Anggota Parlemen asal Partai Konservatif, Tobias Ellwood, mencoba untuk menyelamatkan karir polisi Palmer dengan memujinya secara luas. Pada Jumat, ia mengangkat ke Privy Council (badan penasihat yang ditunjuk oleh negara), sebuah peran bergengsi yang biasanya disediakan bagi menteri senior, sebagai imbalan atas upaya Palmer.

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas tindakan Masood tanpa menyebut namanya, menurut kantor propaganda Amaq — klaim pertama atas serangan di tanah Inggris.

Teror ini paling mematikan di Inggris sejak empat pengebom bunuh diri domestik menewaskan 52 orang dalam sistem transportasi kota pada Juli 2005.

Serangan London telah menggaungkan gema dari kekejaman di Nice dan Berlin ketika truk menabrak kerumunan orang, menewaskan 86 korban di kota Riviera, Prancis, pada Juli dan 12 tewas di sebuah pasar di ibu kota Jerman hanya beberapa hari sebelum Natal.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time