HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

WhatsApp Diduga Tempat “Sembunyi” Teroris?

Walikota London Sadiq Khan melewati Jembatan Westminster yang menjadi lokasi kejadian teror. (AP Photo/Matt Dunham)
41

HARIANACEH.co.id – Aksi terorisme yang dilakukan Khalid Masood memang masih belum terungkap motifnya. Pihak otoritas Inggris pun masih mencari bukti-bukti kasus tersebut dan membongkar latar belakang Masood.

Penyelidikan yang dilakukan pun membawa aplikasi WhatsApp dalam pusaran bara. Pasalnya, polisi menyelidiki kemungkinan dia menggunakan aplikasi WhatsApp sesaat sebelum menabrakkan mobilnya di Westminster Bridge Rabu lalu (22/3).

Namun, pesan di WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end. Jadi, pesan hanya ada di telepon genggam pengirim dan penerima pesan. Jika pesan sudah dihapus oleh keduanya, tidak ada jejak yang tersimpan. Menurut informasi yang diperoleh, ada pesan yang masuk ke HP Masood dua menit sebelum serangan.

Hal itu membuat petinggi-petinggi Inggris berang. Mereka menekankan agar intelejen Inggris harus mendapatkan akses untuk masuk ke dalam pesan terenkripsi itu. ”Tidak boleh ada tempat bagi teroris untuk bersembunyi,” kata Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd.

Rudd menambahkan, dia akan bertemu dengan perusahaan teknologi WhatsApp pekan ini agar mereka bisa bekerja sama demi pengungkapan kasus tersebut. Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn juga mengungkapkan hal serupa. ”Harus ada keseimbangan antara hak untuk mengatahui dan hak untuk privasi,” katanya.

Kepada Andrew Marr dalam acara BBC One, Rudd menyatakan apa yang terjadi saat ini sangat tidak bisa diterima. ”Kami ingin memastikan organisasi seperti WhatsApp, dan lainnya, tidak menyediakan tempat bagi teroris untuk berkomunikasi satu sama lain,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak berwenang bisa mengetahui segala sesuatu secara legal lewat surat perintah. Seharusnya, itu juga bisa dilakukan meski pesan tersebut terenskrpsi. Tetapi, memang hal tersebut tidak mudah. Sistem enskripsi WhatsApp di-setting agar tidak bisa terbaca oleh pihak lain, termasuk pihak berwenang, bahkan WhatsApp sekali pun.

WhatsApp yang dimiliki Facebook itu pernah mengatakan kalau melindungi percakapan rahasia adalah salah satu nilai penting perusahaan mereka. Hal serupa juga dilakukan Apple. Tim Cook, chief executive Apple pernah mengatakan, adalah tidak benar bila pemerintah meminta Apple untuk membangun “pintu belakang” untuk produk mereka. Sama seperti WhatsApp, Apple juga menggunakan enskripsi end-to-end.

Tetapi Rudd tidak patah arang. ”Saya akan meminta Tim Cook untuk mempertimbangkan hal tersebut demi membantu kami mengungkapkan kejahatan ini dan bagaimana kami bisa masuk ke WhatsApp di ponsel Apple,” ulasnya.

Sumber Jawapos.com

Komentar
Sedang Loading...
Memuat