HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Brexit

Inggris Resmi Memulai Proses Brexit Setelah Terapkan Artikel 50

5

HARIANACEH.co.id, LONDON – Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menandatangani sebuah surat yang menerapkan Artikel 50. Penandatangan ini secara resmi memulai proses keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa.

Kantor PM Inggris mengumumkan surat telah ditandatangani. Sebuah foto memperlihatkan PM May yang sedang menandatangani surat Artikel 50 pada Selasa 28 Maret 2017 malam waktu setempat.

“Surat telah ditandatangani yang akan menerapkan Artikel 50 besok, memulai negosiasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa,” lapor kantor PM Inggris, seperti dilansir NBC News.

Kantor berita ITV News melaporkan surat akan dikirim ke Dewan Eropa di Brussels pada Rabu 29 Maret 2017 pada pukul 12.30 siang waktu lokal.

Warga Inggris pada Juni tahun lalu memutuskan keluar dari keanggotaan Uni Eropa lewat sebuah referendum. Setelah Artikel 50 dari Traktat Lisbon ditandatangani, proses keluar resmi dimulai, dan negosiasinya dapat berlangsung hingga dua tahun ke depan.

Referendum berakhir dengan 52 persen untuk pendukung keluar dan 48 di kubu yang ingin tetap bersama Uni Eropa. PM May dijadwalkan menyampaikan sebuah pernyataan pada Rabu, di mana dirinya akan berkata: “Merupakan tekad saya untuk menghadirkan kesepakatan yang terbaik bagi setiap orang di negara ini,” lapor ITV News.

“Saat kita menghadapi berbagai peluang ke depan dalam momen ini, nilai-nilai, kepentingan dan ambisi kita harus dapat menyatukan seluruh masyarakat Inggris,” lanjutnya.

Sektor keimigrasian menjadi salah satu kekhawatiran utama dari mereka yang memilih keluar dari Uni Eropa. Britania Raya tidak pernah menjadi bagian dari zona mata uang eurp atau zona bebas perbatasan yang memungkinkan perjalanan tanpa paspor.

May, yang berkuasa setelah mundurnya David Cameron usai referendum, mengatakan awal tahun ini bahwa dirinya akan mendorong sebuah “Hard Brexit.” Itu artinya, Inggris akan keluar sepenuhnya dari Uni Eropa dan juga mundur dari pasar tunggalnya.

Menerapkan Artikel 50 membuat Inggris tidak dapat kembali lagi ke Uni Eropa. Prosesnya tidak bisa dibatalkan atau diabaikan tanpa ada kesepakatan bulat dari negara-negara Uni Eropa.

Masih di hari Selasa, parlemen Skotlandia menyetujui adanya sebuah referendum kemerdekaan pada 2018 atau 2019 sebagai bagian dari Brexit. Namun pemerintah Inggris menolak proposal tersebut.

Pekan lalu, Inggris menetapkan tanggal untuk menerapkan Artikel 50 pada Rabu 29 Maret 2017. Menteri Brexit, David Davis, saat itu mengatakan negosiasi terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa merupakan “negosiasi terpenting dalam sejarah negara ini.”

“Pemerintah sudah secara tegas menetapkan sikapnya: menciptakan sebuah perjanjian yang efektif bagi setiap negara dan kawasan Britania Raya, dan juga untuk semua Eropa — sebuah kemitraan baru dan positif antara Inggris dan sahabat serta mitra di Uni Eropa,” ungkap Davis.

loading...