HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kapal Korut di Malaysia Diperiksa Karena Diduga Melanggar Resolusi PBB

6

HARIANACEH.co.id, PENANG – Malaysia menghentikan sebuah kapal Korea Utara bermuatan batu bara yang hendak memasuki sebuah pelabuhan di Penang atas kecurigaan adanya pelanggaran terhadap sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut seorang pekerja pelabuhan dan pejabat kemaritiman Malaysia kepada Reuters, Rabu 29 Maret 2017, kapal KUM YA pada akhirnya diizinkan berlabuh. Kapal itu mengangkut bata bara seberat 6.300 ton metrik.

Setelah berlabuh, tim inspeksi didampingi petugas bersenjata menaiki kapal dan memeriksa seluruh isinya.

Pada Desember 2016, resolusi Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi terhadap ekspor batu bara Korut. DK PBB juga mendesak negara anggota untuk mengawasi ketat pergerakan kapal-kapal Pyongyang.

Produksi batu bara di Korut diawasi pemerintah, dan ekspornya merupakan sumber utama pendapatan negara untuk program nuklir dan misil balistik.

Hubungan antara Korut dan Malaysia, yang bersahabat selama berdekade-dekade, memburuk akibat pembunuhan Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) pada Februari.

Kim Jong-nam adalah kakak tiri dari pemimpin Korut Kim Jong-un.

Wakil Direktur Jenderal Agensi Penegakan Maritim Malaysia Zulkifli Abu Bakar mengatakan kepada Reuters bahwa kapal KUM YA sempat dicegah masuk ke Pelabuhan Penang karena dugaan pelanggaran terhadap resolusi DK PBB tanpa menyebutkan detail lebih lanjut.

Belum diketahui pasti apa yang Malaysia periksa di dalam kapal tersebut.

Malaysia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang membeli batu bara dari Korut, dengan Tiongkok sebagai importir terbesarnya.

loading...