HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pasca Ditinggalkan ISIS, Kota Qaraqosh Berubah Jadi Kota Hantu

12

HARIANACEH.co.id, Qaraqosh — Di kota yang semula dihuni mayoritas umat Kristen Irak, Qaraqosh, waktu masih berdetak. Kelompok militan Islamic State (ISIS) terusir pada Oktober 2016. Tapi kehidupan belum lagi kembali ke lingkungan yang dulu pernah gemerlapan dan kaya-raya.

Suasana seperti berhantu: jalan-jalan lebar tapi sunyi. Bahkan tak ada bunyi mainan dari kaleng kosong yang ditiup angin atau dedaunan luruh gemerisik di taman yang ditinggalkan oleh para penduduk kota ini.

Kota yang terletak di jalur utama dari kota Arbil, sesekali laju mobil bersicepat melaluinya, tetapi hanya sedikit orang yang mau berhenti.

AFP mengunjungi kota ini beberapa kali pada Maret. Berbicara dengan warga setempat di awal bulan dan kembali menyusuri jalan-jalan sepi di hari-hari terakhir.

Qaraqosh porak-poranda dirusak oleh ISIS, yang mencaploknya pada Juni 2014, ketika mereka mengamuk di bagian utara Irak. Militan menduduki kota kedua Mosul dan kawasan yang dikenal sebagai Lembah Niniwe, kampung halaman bagi banyak minoritas miskin Kristen di negeri itu.

Qaraqosh. (AFP PHOTO/ARIS MESSINIS)
Qaraqosh. (AFP PHOTO/ARIS MESSINIS)

Para ekstremis bekerja untuk menghapus tanda-tanda keimanan di Qaraqosh. Mereka menghancurkan ikon, menggulingkan menara lonceng gereja, dan secara sistematis mencongkel salib yang pernah menghiasi setiap panel dinding luar gereja Mar Bahnam wa Sara.

Satu demi satu rumah dibakar atau diledakkan, dan gereja Mary al-Tahira yang telah rusak ditancapkan bendera ISIS disertai berbagai ancaman.

“Tanpa ISIS, tidak akan ada keselamatan atau perdamaian baik di Irak atau Suriah,” terbaca grafiti di marmer belang-belang dari sebuah pilar.
Halaman gereja digunakan untuk latihan sasaran, dan ratusan selongsong peluru masih tersisa bertumpukan di samping buku musik berisi lagu-lagu rohani.

Suasana itu memilukan bagi Aram Saqt, 24 tahun. “Seluruh hidup saya di sini dan dulu hidup adalah kebahagiaan,” katanya kepada AFP, seperti dilansir Rabu 29 Maret 2017.

“Perasaan saya lebih dari kesedihan, saya bisa mengatakan bahwa hati saya hancur,” tambahnya, sambil berjalan melintasi ruang utama gereja Maria al-Tahira yang hangus dan membawa dirinya ke altar.

“Saya ingin menangis, sejujurnya. Ketika Anda mengingat kehidupan yang Anda punya, dan bagaimana hal itu sekarang, terasa sesuatu yang sangat menyedihkan,” tuturnya.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time