HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mata Uang Dolar Menjauhi Posisi Terendahnya

35

HARIANACEH.co.id, New York  Dolar Amerika Serikat (USD) menjauh dari posisi terendah dalam dua bulan terhadap sekeranjang mata uang pada Rabu. Hal itu karena adanya data yang solid didukung harapan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih banyak di sepanjang tahun ini.

Mengutip Reuters, Rabu 29 Maret 2017, sementara poundsterling harus tersingkir akibat kekhawatiran tentang rencana Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau Brexit. Adapun Pemerintah Inggris akan memulai proses Brexit, meski langkah itu akan memberikan efek tersendiri bagi perekonomian Inggris dan Uni Eropa.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival utama, mengalami kenaikan tipis sebanyak 0,1 persen menjadi 99,754, bergerak menuju terendah dari 98,858 ketika menyelami awal pekan ini, level terlemah sejak 11 November, setelah Presiden AS Donald Trump gagal melakukan reformasi RUU Perawatan Kesehatan.

RUU Perawatan Kesehatan yang tersandung menimbulkan keraguan bahwa Trump akan mampu melaksanakan stimulus fiskal dan melakukan pemotongan pajak. Kondisi itu akhirnya menekan USD untuk 110,11 yen, terendah sejak 18 November lalu yang berdiri di 111,17 yen, naik sedikit pada hari itu.

“Saya pikir optimisme tentang Trumponomics terhadap kegagalan untuk lulus mereformasi RUU Obamacare masih mendominasi pasar USD/yen,” kata Kepala Strategi Valas Mizuho Securities Masafumi Yamamoto, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 29 Maret 2017.

Ia tidak menampik, sulit untuk gerak USD mengalami pelemahan signifikan. Apalagi, perekonomian AS mulai terlihat mengalami perbaikan termasuk Federal Reserve atau the Fed berencana untuk menaikkan suku bunga AS lebih dari satu kali di sepanjang 2017 ini.

“Gerak USD telah cukup tangguh dan ini menunjukkan bahwa optimisme dan harapan di kalangan pelaku pasar tetap, bahwa akan ada beberapa hal yang terjadi di bawah Pemerintahan Trump,” kata Yamamoto.[mtvn]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat