HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Izin Usaha Pertambangan Khusus PT. Freeport Indonesia Kembali ke Kontrak Karya

Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA)
36

HARIANACEH.co.id, JAKARTA  — Perubahan status Kontrak Karya (KK) PT Freeport Indonesia menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) seperti jalan pintas untuk kondisi saat ini. Pasalnya, status IUPK tersebut bisa kembali menjadi Kontrak Karya kembali jika selama delapan bulan negosiasi tidak berhasil membuat Freeport mematuhi Pemerintah Indonesia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Bambang Gatot mengatakan, jika dalam kurun waktu delapan bulan Freeport tidak menyetujui apa yang diinginkan pemerintah, Freeport bisa merubah kembali statusnya dari IUPK menjadi Kontrak Karya.

“Kalau dia tidak setuju bisa kembali ke Kontrak Karya,” kata Bambang Gatot di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Kamis 30 Maret 2017.

Adapun yang akan terus dibahas dalam waktu delapan bulan tersebut, Bambang menyebutkan terkait dengan stabilitas investasi dan fiskal, serta divestasi. Freeport masih meminta pajak dan retribusi daerah bersifat tetap atau naildown. Freeport pun belum sepakat dengan kewajiban divestasi 51 persen.

“(Ketentuan pajak), Itu nanti dalam waktu enam bulan. Dia minta delapan bulan. Itu akan dibahas di Kemenkeu,” ucap dia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan telah memberi rekomendasi izin ekspor konsentrat kepada Freeport sebanyak 1.113.105 Wet Metric Ton (WMT).

Pemberian rekomendasi izin ekspor konsentrat untuk Freeport diberikan karena mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1/M-DAG/PER/1/2017 Tahun 2017. Serta komitmen Freeport untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri.

Freeport sudah berkomitmen membangun smelter di Gresik Jawa Timur. Atas dasar itu, melalui Surat Persetujuan Nomor 352/30/DJB/2017, volume ekspor konsentrat tembaga tersebut diberikan.

“Sudah (diberikan rekomendasi ekspor). Volume ekspor sebesar 1.113.105 WMT,” kata Bambang Gatot. (mtvn)

Komentar
Sedang Loading...
Memuat