HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penyaluran KUR Sektor Produktif Harus Jadi Prioritas Perbankan

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
33

HARIANACEH.co.id, Ternate – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut) meminta agar perbankan lebih mengutamakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produktif, terutama di sektor perikanan dan pertanian.

“Potensi Malut berada di sektor perikanan dan pertanian, sehingga perbankan harus berikan dukungan melalui KUR, agar usahanya bisa berkembang,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Malut, Dwi Tugas Wluyanto, di Ternate, seperti dikutip dari Antara, Kamis 30 Maret 2017.

Dwi menyatakan, penyaluran KUR selama ini lebih banyak disalurkan ke sektor perdagangan, ketimbang sektor produktif lain, sebab pembiayaan dilakukan pada sektor yang menghasilkan barang atau jasa, dan juga pembiayaan sektor produktif, maka muliplier effectnya lebih besar.

Sebab, penyaluran KUR lebih kepada sektor-sektor produktif dianggap tepat, karena di Malut dua sektor yang paling utama adalah pertanian dan perikanan, bahkan hampir disemua Kabupaten/Kota  di Malut, sektor pertanian dan perikanan menjadi sektor unggulan.

“Jika KUR disalurkan ke sektor perdagangan akan merugikan petani dan nelayan,” katanya.

Menurutnya, jika memang akan fokus ke pertanian dan perikanan, maka perlu dipahami karakteristik petani dan nelayan terlebih dahulu serta dibuatkan skim kredit untuk petani yang pembayarannya dilakukan setelah panen, sehingga demikian juga skim untuk nelayan harus disesuaikan karakteristik nelayan.

Dengan demikian, perbankan dapat menyalurkan KUR dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip prudential banking dan benar-benar ke sektor produktif.

Sehingga, kata Dwi, KUR yang akan diperbaharui oleh OJK memperhatikan karakteristik sektor perikanan dan pertanian di daerah ini. Dwi menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merencanakan melakukan penyaluran KUR untuk penyaluran KUR 2016 belum efektif, sehingga di tahun ini akan disalurkan ke sektor produktif.

Apalagi, penyaluran KUR harus diubah dan OJK mengambil langkah tepat, karena penyaluran KUR seharusnya mengutamakan pembiayaan lebih kepada sektor produktif, seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

“Saya sering sampaikan, penyaluran KUR harus lebih mengutamakan kualitas bukan kuantitas,” ujarnya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat