HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bank Indonesia

Stabilitas Harga Pangan Pengaruhi Laju Inflasi

9

HARIANACEH.co.id — Bank Indonesia (BI) menyebut stabilitas harga pangan sangat mempengaruhi laju inflasi dalam negeri. Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, rata-rata inflasi pangan bisa menyumbang angka 5 hingga 10 persen dari separuh inflasi inti.

“Harusnya volatile food ini logikanya hanya bergejolak beberapa saat saja. Tapi selalu di kisaran yang tinggi. Ini yang harus kita atasi,” ujar Dody di Grand Ballroom Hotel Crown Plaza, Semarang, Jawa Tengah, Kamis 30 Maret 2017.

Menurutnya, pemerintah harus mencari solusi dalam mengatasi masalah produksi agar sektor pangan terpenuhi. Sebab, menerapkan kebijakan subsidi dan harga yang diatur pemerintah (administered price) tak cukup untuk mengendalikan inflasi.

“Inflasi pangan juga sering disebabkan timing yang kurang tepat. Saat impor dilakukan, harga sudah turun, pada saat harga tinggi, impor belum dilakukan,” beber dia.

Ia menambahkan, BI tidak bisa mengendalikan inflasi cuma dari kebijakan suku bunga, atau nilai tukar. BI akan mulai masuk ke pengembangan hilirisasi pertanian dengan mendorong implementasi reformasi pangan.

“Dari sisi akurasi data di sektor pertanian juga belum cukup baik, sehingga perlu diperbaiki,” sambungnya.

Oleh sebab itu, BI bersama kementerian pertanian, kementerian perdagangan, kementerian bidang perekonomian dan kepala daerah Jawa Tengah bakal menggelar Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah. RKPD akan berlangsung pada Jumat 31 Maret, besok dengan tema  “Mempercepat Reformasi Pangan dalam rangka Menjamin Ketersediaan Pangan dan Keterjangkauan Harga bagi Masyarakat, serta Mengurangi Kesenjangan Kesejahteraan”.

“Akan di bahas bersama empat kementerian akan hadir menteri perdagangan, kementan, menteri menko perekonomian, perwakilan gubernur daerah,” pungkas dia. (mtvn)

loading...