HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Deadline: Wajib Pajak Berbondong-bondong ‘Menebus Dosa’ Pajak di Hari Akhir

7

HARIANACEH.co.id — Sudah menjadi sebuah kebiasaan jika orang akan berjuang lebih keras pada saat ditekan oleh deadline. Hal ini pun juga kembali terjadi pada penyelenggaran periode ketiga tax amnesty.

Seperti tak belajar dari pengalaman di dua periode sebelumnya saat masa akhir yang pasti sangat ramai, kali ini pun wajib pajak berbondong-bondong mendatangi kantor pajak untuk menebus dosa pajak di hari akhir penerapan tax amnesty.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama mengatakan ada peningkatan jumlah peserta yang menyerbu kantor pajak pada hari ini, Jumat 31 Maret 2017.

“Jumlah perserta seluruh Indonesia sampai dengan saat ini 911 ribu wajib pajak sampai pukul 15.00 WIB,” kata Hestu.

Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, ada pergerakan jumlah peserta apalagi jumlah tersebut belum termasuk pendaftar yang dilayani hingga malam hari. Pada Kamis kemarin, Hestu menyebutkan peserta yang mendaftar di seluruh Indonesia mencapai 882 ribu.

Di kantor pajak pusat yang terletak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jalan Gatot Subroto pun sudah diserbu para peserta. Antrean para wajib pajak (WP) sudah mengular sejak pukul 07.00 WIB.

Hingga pukul 14.30 WIB, antrean sudah mencapai 1.280 peserta. Sementara masih ada ratusan wajib pajak dan pemegang kuasa yang mengantre di tenda-tenda belum mendapatkan nomor antrean.

Sebagai antisipasinya, ratusan orang tersebut pun digeser ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta, Jalan MI Ridwan Rais, Gambir dan Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus Kalibata menggunakan tiga bus. Dua bus untuk ke KPP Madya dan satu bus Kanwil Kalibata.

“Kami mencoba menggeser para yang antre di sini ke KPP Madya atau Kanwil khusus karena relatif sepi,” ujar dia.

Sementara itu? Catur, salah satu calon peserta amnesti pajak yang baru melaporkan harta kekayaan perusahaannya hari ini. Dia bersama atasannya mendatangi kantor Direktorat Pajak (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada pukul 11.00 WIB untuk ikut amnesti pajak.

Alasan dia baru ikut amnesti pajak karena perusahaannya baru bisa menyelesaikan laporan keuangannya kemarin. Banyak laporan kekuangan perusahaan yang harus dibenahi, sehingga cukup menyita waktu.

‘Kita baru menyelesaikan laporannya kemarin. Karena banyak dan cukup ribet juga membenahi harta yang belum dilaporkan pajaknya,’ kata Catur.

Laporan yang dimaksud Catur adalah harta perusahaan yang tidak ikut dilaporkan pada Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Pada 2015, perusahannya yang bergerak di bidang properti itu baru melaporkan sebagian hartanya sehingga harus melaporkan harta lain yang masuk sebagai harta perusahaan. (mtvn)

loading...