HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Politik Afrika Selatan

Jacob Zuma Rombak Kabinet di Tengah Malam

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. (AFP)
16

HARIANACEH.co.id, Pretoria — Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma memecat menteri keuangan yang dihormati. Selain itu, dia membuat sepuluh janji kabinet baru, pada Kamis 30 Maret malam, dalam perombakan dramatis yang bisa membelah partai ANC yang berkuasa.

Langkahnya secara luas terlihat sebagai upaya untuk mengontrol pemilihan penggantinya. ANC, yang berkuasa di bawah Nelson Mandela pada 1994, diguncang oleh kekosongan posisi sejumlah tokoh senior, termasuk Pravin Gordhan, menteri keuangan.

Seorang tokoh kunci dalam partai mengatakan tidak senang dengan perombakan kabinet larut malam tersebut. “Prosesnya membuat saya sedikit gelisah dan tidak nyaman,” kata sekretaris Jenderal Gwede Mantashe, seperti dilansir Guardian, Jumat 31 Maret 2017.

“Kami diberi daftar lengkap, dan dalam pandangan saya sendiri sebagai sekjen saya merasa daftar seperti ini telah disusun di tempat lain dan itu diberikan kepada kita untuk melegitimasinya saja,” tuturnya.

Gerakan larut malam itu menyebabkan nilai mata uang Rand turun tajam karena para investor bereaksi dengan khawatir bahwa Zuma, yang masa jabatannya telah dinodai oleh berbagai skandal korupsi, sekarang bisa campur tangan secara bebas atas keuangan pemerintah.

Digantikan oleh mantan Menteri Dalam Negeri Malusi Gigaba, Gordhan, telah dicoret setelah perseteruan selama berbulan-bulan lawan Zuma soal pengeluaran pemerintah dan kontrol dari anggaran publik.

“Kesucian wow. Pembantaian tengah malam kementerian di Afrika Selatan,” mantan duta besar Amerika Serikat (AS), Patrick Gaspard, menulis tweet.

Tekanan mengarah ke Zuma agar mundur sesudah ia menyingkirkan Gordhan, yang memiliki reputasi kuat sebagai benteng pemberantasan korupsi, setelah sebuah kunjungan perdagangan di London, pekan ini.

Gordhan menginspirasi tepuk tangan meriah di pemakaman salah satu aktivis anti-apartheid terkemuka Afsel, pada Rabu 29 Maret, di saat para pemimpin lama ANC menyerukan Zuma untuk mundur. Protes oleh para pelayat pemakaman, termasuk mantan istri Nelson Mandela, Winnie Madikizela Mandela, berlanjut menyoal perpecahan dalam partai yang berkuasa.

Zuma mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perubahan adalah “untuk membawa transformasi sosial-ekonomi radikal dan untuk memastikan janji kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat miskin dan kelas pekerja menjadi kenyataan”.

Selama ini Gordhan sudah didukung oleh beberapa menteri senior dan banyak investor internasional, serta secara luas dikagumi oleh warga Afsel dan veteran perjuangan anti-apartheid.

Dirinya berkampanye untuk mengendalikan belanja dan melawan korupsi, tapi para sekutu Zuma telah menuduhnya menggagalkan keinginan presiden buat memberlakukan “transformasi ekonomi yang radikal” mengatasi ketidaksetaraan rasial.

Zuma sudah mundur dari ketua partai pada Desember, sebelum pemilihan umum 2019. Dia dianggap sebagai pendukung mantan istrinya, mantan kepala Uni Afrika Nkosazana Dlamini-Zuma, untuk menggantikannya, bersaing dengan deputi presiden, Cyril Ramaphosa.

Dua partai oposisi utama Afsel, Kamis, membidik presiden, yang menghadapi tuduhan korupsi. Solly Mapaila, wakil sekretaris jenderal, partai Komunis Afsel, yang beraliansi dengan ANC, memperingatkan bahwa tujuh anggota kabinet lain akan mengundurkan diri jika Zuma memecat menteri keuangan.

Partai oposisi Pejuang Kebebasan Ekonomi (EFF) mengadukan ke pengadilan tertinggi negara itu tuntutan atas parlemen untuk memulai proses pemakzulan terhadap presiden karena berbohong kepada badan legislatif.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat