HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sebelum Pemilu Ternyata Email Hillary Clinton Sudah Diincar Rusia

16

HARIANACEH.co.id — Badan intelijen Amerika Serikat cukup yakin pemerintah Rusia mengizinkan serangan pada Komite Nasional Demokrat (DNC) dan membocorkan email Hillary Clinton.

Meskipun Rusia terus membantah campur tangan mereka, perusahaan keamanan SecureWorks menemukan buktinya bahwa Rusia telah menyerang Clinton, bahkan sebelum pemilu dimulai.

Sejumlah hacker (yang dikenal dengan nama APT28, Sofacy dan Fancy Bear) yang bekerja untuk badan intelijen militer Rusia mengirimkan 19.315 tautan bermuatan malware pada 6.730 orang dari bulan Maret 2015 hingga Mei 2016. Target mereka termasuk Clinton, Chairman kampanyenya, John Podesta, stafnya, kritikus pemerintah Rusia dan berbagai anggota militer dan diplomat AS di seluruh dunia, lapor Engadget.

SecureWorks berhasil melacak operasi spearphishing para hacker ini karena mereka menggunakan Bitly untuk memperpendek tautan mereka dan membiarkan akun mereka sebagai akun publik.

Profesor King’s College, Thomas Rid, menganalisa data yang ada. Kepada Motherboard dia berkata, 3.134 orang yang mendapatkan email phishing ini mengklik tautan dalam email.

Tautan tersebut akan mengarahkan pengguna ke situs yang meniru halaman login Google, yang diduga dilakukan untuk mendapatkan informasi penting staf kampanye Clinton, yang sebagian besar menggunakan Gmail. Sebanyak 470 orang memberikan password mereka. Menurut perusahaan keamanan tersebut, Clinton sendiri tidak mengklik tautan tersebut.

Namun, SecureWorks hanya memperhatikan klik yang dibuat pada hari yang sama tautan dikirim. Karena itu, ada kemungkinan ada lebih banyak orang yang mengklik tautan tersebut.

12 orang dari semua yang mengklik tautan itu, informasi dalam akun email-nya bocor keluar via situs DCLeaks dan WikiLeaks atau oleh Guccifer 2.0. Rid, yang memerhatikan daftar penerima tautan ini, menyebutkan bahwa dari daftar korban, terlihat bahwa serangan ini direncanakan oleh badan intelijen militer.

loading...