HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sidarto Danusubroto: Penyidik KPK dan Kepolisian Harus Ditambah

10

HARIANACEH.co.id — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu ditambah untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Tanah Air. Saat ini, penyidik KPK terbilang sedikit, sedangkan kasus yang mesti dituntaskan ribuan.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto mengatakan, sekarang KPK hanya memiliki sekitar 93 penyidik. Hong Kong, negara cukup kecil, memiliki sekitar 1.600 penyidik di lembaga antikorupsi.

“Jadi penyidik harus ditambah, baik penyidik dari kepolisian, kejaksaan, maupun dari KPK sendiri,” kata Sidarto di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta Pusat, Senin 3 April 2017.

Penambahan penyidik bisa dimanfaatkan untuk pencegahan korupsi di daerah. Meski tidak memiliki kantor cabang, KPK pusat setidaknya bisa mencegah penyalahgunaan wewenang dan uang negara berdasarkan pulau.

“Kalau tidak ada cabang di daerah, KPK perlu membuat desk Jawa, Sumatera. Jadi desk-desk yang orientasi wilayah ini yang perlu diperkuat,” kata dia.

Sebelumnya, saat bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua KPK Agus Rahardjo mengeluhkan minimnya penyidik di KPK. “KPK butuh tenaga banyak. Tahun ini butuh 200. Tahun 2017 butuh 400, sebagain besar kami akan minta dari Polri,” kata Agus. (mtvn)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time