HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Korsel Diminta Korut untuk Pulangkan Pelayan ‘yang Diculik’ dari Tiongkok

7

HARIANACEH.co.id, Pyongyang — Korea Utara (Korut) menuntut Korea Selatan (Korsel) memulangkan belasan pelayan yang membelot dari sebuah restoran milik Pyongyang di Tiongkok. Mereka menuduh pihak Seoul menculik para wanita muda itu pada 2016.

Tuntutan dikeluarkan pada saat Amerika Serikat sedang membangun momentum dalam merespons sejumlah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Korut.

Pada Senin 3 April, AS memungut suara mayoritas untuk mendaftarkan Korut sebagai negara sponsor terorisme. RUU tersebut disahkan dengan perolehan suara 394-1, menurut Washington Examiner.

Korut belum menanggapi persetujuan RUU itu, tetapi pada Selasa 4 April waktu setempat, gerai propaganda Pyongyang, DPRK Today, mengutuk Seoul sambil mewanti-wanti peringatan satu tahun “penculikan” belasan pelayan.

“Permintaan maaf atas penculikan sekelompok wanita itu harus dikeluarkan, dan bukti bahwa mereka masih hidup harus diungkapkan segera, sebelum semuanya kembali ke pangkuan keluarga mereka,” demikian pernyataan Korut yang terbaca UPI, seperti dilansir Selasa 4 April 2017.

Pyongyang juga mengklaim laporan bahwa para wanita muda tersebut mendaftar di beberapa universitas Korsel yang “menghina sentimen kerakyatan.”

“Di mana lagi di dunia ini kita dapat menemukan kelancangan ekstrem seperti ini, yang amat jahat, kebrutalan tidak manusiawi?” bunyi pernyataan Korut.

Kasus Kim Jong-nam

Para pelayan yang tiba di Korsel pada April 2016 telah dimukimkan kembali dalam “berbagai lapisan masyarakat Korea Selatan,” kata pihak Seoul. Kelompok ini melarikan diri dari restoran Ryugyong di Ningbo, Tiongkok, dan kemudian memasuki Korsel.

Sebelumnya pada Minggu 2 April, surat kabar pro-Pyongyang di Jepang membantah Korut memiliki kaitan dengan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong Un.

Menurut harian Chosun Sinbo, pernyataan bersama dari Korut dan Malaysia mengonfirmasi Pyongyang tidak ambil bagian dalam kasus Kim Jong-nam.

Surat kabar itu juga tidak mengidentifikasi korban sebagai kakak Kim Jong-un, dan hanya menyebutnya sebagai pemegang paspor diplomatik Korut.

Senator AS Ted Cruz dari Texas, sebelumnya telah mengutip pembunuhan itu sebagai alasan mengembalikan Korut ke dalam daftar sponsor terorisme. (mtvn)

loading...